![]() |
. |
Solok, fajarsumbar.com – Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul tingginya jumlah kejadian kebakaran yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Penetapan status ini diumumkan langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, saat memimpin Forum Group Discussion (FGD) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Senin (21/7/2025).
Keputusan ini diambil menyusul data mencemaskan yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok. Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan perlunya tindakan cepat, terukur, dan terkoordinasi lintas sektor.
“Kita harus bertindak cepat dan bersinergi. Jangan sampai api terus meluas dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya dalam forum yang juga dihadiri Ketua DPRD Ivoni Munir dan Sekda Medison.
Bupati menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama, termasuk dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak sembarangan membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta semua camat dan wali nagari untuk melakukan pemetaan daerah rawan dan menyiapkan strategi mitigasi secara menyeluruh.
Sebelumnya Kepala BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi, melaporkan bahwa sejak awal tahun hingga 19 Juli 2025, telah terjadi 92 kejadian bencana di Solok. Dari jumlah itu, 83 di antaranya adalah kasus Karhutla, menjadikannya sebagai ancaman paling dominan. Selain itu, tercatat dua kebakaran rumah, enam pohon tumbang, dan satu kejadian angin puting beliung.
Data terkini pada Juli 2025 menunjukkan lonjakan signifikan: 20 Karhutla dan dua kasus pohon tumbang terjadi hanya dalam tiga pekan pertama. Di sisi lain, BMKG melaporkan bahwa Kabupaten Solok telah mengalami kekeringan ekstrem tanpa hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut.
Kapolres Solok dan Dandim 0309/Solok dalam forum tersebut turut memaparkan rencana aksi mereka, termasuk patroli gabungan, peningkatan kesiapsiagaan tim pemadam, serta pembentukan tim reaksi cepat di tiap kecamatan. Kesiapan peralatan dan personel menjadi kunci keberhasilan mengendalikan titik-titik api.
Dengan ditetapkannya status tanggap darurat ini, seluruh sumber daya milik Pemerintah Kabupaten Solok akan difokuskan untuk merespons dan mengantisipasi Karhutla. Posko siaga kini disiapkan di berbagai titik, termasuk jalur koordinasi antarinstansi yang diperkuat secara real time.
Bupati juga mengapresiasi inisiatif berbagai pihak yang telah terlibat aktif sejak awal, mulai dari relawan, perangkat nagari, hingga tokoh masyarakat. Ia berharap sinergi ini terus ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat agar segera melaporkan bila menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan yang dapat memicu kebakaran. Partisipasi masyarakat, tegas Bupati, adalah kunci dalam menjaga alam Solok tetap lestari di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata. (Def)