![]() |
Defiyanna Sayodase |
Dalam Perpres tersebut Presiden Prabowo menargetkan 80% warga negara sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Untuk ke tiga wilayah kerjanya tersebut, Kepala BPJS cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase menyebutkan bahwa kepesertaan masyarakat di ketiga daerah tersebut sudah melampaui batas yang ditetapkan presiden. Per 1 Juli 2025, Kota Payakumbuh sudah di angka 98,13 % (146,288 jiwa), Kabupaten Lima Puluh Kota di angka 96,21 % (387,513 jiwa), dan Kabupaten Tanah Datar di angka 97,75 % (374,056 jiwa).
"Kepesertaan PBI yang ditanggung APBN tetap tertinggi, lanjut PBPU / Pemda, PPU PN, PBPU, PPU BU, dan BP (Mandiri). Harapan Presiden sudah kita laksanakan maksimal. Sayangnya, angka penunggakan pembayarannya juga termasuk tinggi. Kita berharap peserta pro aktif untuk mengaktifkan kembali JKN nya dengan membayar premi JKN,"terang Defiyanna Sayodase, dijamin Kepala BPJS Tanah Datar, Syafrudin dan jajaran BPJS Kesehatan Payakumbuh, kepada media pada Senin (28/07/2025) siang di momen media gathering yang dilaksanakan di Hotel Kondang, Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dibeberkan Defiyanna, tunggakan per daerah kerja setiap bulannya hampir 30 milyar. Jumlah tunggakan iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri s.d Juli 2025:
Kab. Lima Puluh Kota Rp. 26.254.858.471
Kab. Tanah Datar Rp. 32.718.053.750
Kota Payakumbuh Rp. 7.544.584.997
Total keseluruhan Rp. 66.517.497.218
Solusi untuk PBPU menunggak tersebut, dapat mencicil tunggakan iurannya melalui program REHAB. Pendaftaran program REHAB bisa melalui Aplikasi Mobile JKN atau datang ke kantor BPJS Kesehatan.
"Sementara, untuk pembayaran pelayanan terhadap Rumah Sakit dan Fasilitas kesehatan, klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, harus ada sebelum tanggal 15 setiap bulannya. Termasuk pembayaran klaim pengobatan dan jasa dokter. Minimal 8 - 30 milyar untuk lembaga tersebut,"terang Desifiyana, lagi.
Kesempatan tersebut, Defiyanna juga menyempatkan diri menjelaskan program jkn yang dijalankan melalui BPJS Kesehatan cabang Payakumbuh. Di akhir tahun 2024, terjadi peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan, yakni 1,853,542 dengan angka kunjungan rawatan RS, kunjungan FKTP, per Juni 2025 sebanyak 1,110, 791.
Terkait pembiayaan pasien korban kecelakaan lalu lintas, Defiyanna menyatakan bahwa pembiayaan pengobatan ada yang ditanggung Jasa Raharja, dengan kelengkapan administrasi dari RS dan Surat laporan kepolisian terkait kecelakaan. Kalau lengkap pembiayaan oleh Jasa Raharja. Kekurangannya juga bisa melalui BPJS, jika JKN aktif. Masyarakat juga bisa mengetahui informasi, penyakit dan pelayanan kesehatan apa saja yang bisa diklaim dengan bpjs kesehatan. Biasanya ada spanduk pengumuman yang dipajang di RS atau di FKTP.
"Layanan JKN saat ini semakin memudahkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya peserta JKN. Diantaranya, program pelayanan penyakit kronis, program rujuk balik, program pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup 14 skrining kesehatan, pelayanan di kanal BPJS tatap muka dan non tatap muka, BPJS Mobile, jkn Mobile, pelayanan di MPP, BPJS keliling, Aman JKN, Pandawa, BPJS care center 165, Web site BPJS, BPJS satu siap membantu, program Rehab, dan auto debit. Jika ada ragu, silahkan datangi kami di kantor BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh "ujar Defiyana usai menerangkan sisi dan aspek setiap program JKN.
Di akhir kegiatan, Defiyanna merangkul awak media kiranya saling simbiosis mutualisme. Menyampaikan informasi JKN kepada masyarakat melalui pemberitaan aktif. Selalu pemimpin di BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh,
"Kami berharap kiranya awak media membantu pemberitaan positif terkait BPJS Kesehatan. Kalau butuh konfirmasi agar berita berimbang, kami siap,"pungkasnya.(ul)