Wawako Allex: "Tidak Ada Proyek Atas Nama Walikota dan Wakil Walikota" -->

Iklan Atas

Wawako Allex: "Tidak Ada Proyek Atas Nama Walikota dan Wakil Walikota"

Rabu, 09 Juli 2025
Sosialisasi peraturan pengadaan barang dan jasa  di lingkungan Pemko Padang Panjang.


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Tidak ada proyek, termasuk proyek konstruksi yang diperoleh atas nama walikota maupun wakil walikota. 

Hal itu ditegaskan Wakil Walikota Padang Panjang ketika membuka  Sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan Pemko Padang Panjang, Selasa (8/7), di balaikota.

“Tidak ada yang mengatasnamakan walikota atau wakil walikota untuk mendapatkan proyek ini dan itu. Saya pastikan, hal seperti itu tidak ada. Kalau nanti ada yang mengklaim pakai nama saya, apalagi nama Pak Wali, itu sama sekali tidak benar,” kata Allex  menyampaikan sambutannya.

Di hadapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari berbagai OPD yang hadir di hari pertama, Wawako Allex menekankan pentingnya integritas pada setiap proses pengadaan. 

Allex mengingatkan, seluruh dana APBD merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun secara moral.

“Satu rupiah pun dari uang negara wajib kita pertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tapi juga di hadapan Tuhan. Jangan sampai ada manipulasi, jangan salah dalam mengambil keputusan, apalagi dalam menetapkan pemenang tender,” kata alumni MAN Canduang, Agam ini.

Allex mengingatkan, sebelumnya masih ditemukan proyek yang dimenangkan oleh penyedia jasa dengan penawaran yang tidak logis yang pada akhirnya menimbulkan risiko pelaksanaan fisik. Hal tersebut seringkali berujung pada perubahan kontrak atau adendum yang berulang kali.

“Kita punya tanggung jawab besar. Jangan sampai proses tender yang keliru dari awal, justru merugikan daerah. Adendum berulang kali karena kelalaian harus dihindari,” tambahnya.

Allex berharap para pelaku usaha konstruksi di Padang Panjang juga memahami regulasi dengan baik, agar dapat bersaing secara sehat dan profesional.

“Kita ingin seluruh target pembangunan fisik bisa selesai pada 2028. Untuk itu dibutuhkan semangat baru, komitmen kuat, serta integritas dari semua pihak yang terlibat,” tutupnya.

Kegiatan aosialisasi, berlanjut hingga Rabu (9/7) dan bakal diikuti oleh berbagai organisasi. (syam)