WIKA Terapkan Teknologi Cakar Ayam Modifikasi di Proyek Jalan Kalimantan Timur -->

Iklan Atas

WIKA Terapkan Teknologi Cakar Ayam Modifikasi di Proyek Jalan Kalimantan Timur

Jumat, 11 Juli 2025
Pembangunan Jalan Nasional Simpang Perdau-Batu Ampar, Kalimantan Timur.  


Jakarta – Upaya memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur terus dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur. Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pembangunan Jalan Nasional yang menghubungkan Simpang Perdau dan Batu Ampar.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, melalui proyek bertajuk Rediversion of Muara Wahau Road Diversion (RE-MWRD), yang merupakan hasil kerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai pemilik proyek. Hingga awal Juli 2025, progres pengerjaan telah mencapai 43,72%, mencakup pembangunan struktur utama dan perkerasan jalan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa proyek RE-MWRD bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghasilkan proyek yang kokoh, ramah lingkungan, dan bermanfaat sosial.

“Kami berupaya terus berinovasi dalam setiap proyek. RE-MWRD merupakan contoh bagaimana teknologi konstruksi dapat diterapkan bersamaan dengan kepedulian terhadap alam dan komunitas setempat,” ujar Agung dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Salah satu terobosan yang diterapkan dalam proyek ini adalah penggunaan Cakar Ayam Modifikasi (CAM) sebagai sistem fondasi. Teknologi ini dikembangkan khusus untuk menggantikan metode perkerasan tradisional, dan sangat cocok diterapkan di lahan bekas tambang yang memiliki kondisi tanah tidak stabil. Sistem CAM menawarkan keunggulan dalam hal pemerataan beban dan kestabilan struktur, membuatnya efektif untuk digunakan di area dengan tantangan geoteknik yang tinggi.

Proyek ini tak hanya bernilai strategis secara teknis, tapi juga berdampak positif bagi masyarakat. Jalan nasional baru ini nantinya akan berperan sebagai jalur alternatif utama, yang akan mempermudah arus transportasi, mempercepat pengiriman logistik, serta meningkatkan mobilitas warga.

Lebih dari itu, pelaksanaan proyek RE-MWRD juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, karena sebagian besar tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari komunitas lokal, sehingga turut memberdayakan potensi sumber daya manusia di wilayah tersebut.(BY)