Gubernur Mahyeldi Tinjau Pasar Payakumbuh, Dorong Penanganan Cepat Pasca Kebakaran -->

AdSense New

Gubernur Mahyeldi Tinjau Pasar Payakumbuh, Dorong Penanganan Cepat Pasca Kebakaran

Sabtu, 30 Agustus 2025
.


Payakumbuh, fajarsumbar.com Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung meninjau kondisi Pasar Payakumbuh pasca kebakaran hebat yang melanda pada Selasa (26/8/2025). Kebakaran tersebut menghanguskan ratusan toko dan lapak pedagang, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha setempat.


Dalam kunjungannya pada Jumat (29/8/2025), Mahyeldi didampingi Kasatpol PP Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Sekda Kota Payakumbuh, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kehadiran gubernur di lokasi diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi para pedagang yang kini kehilangan tempat berusaha.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah ini. Ini bukan kejadian kecil, karena sebelumnya kebakaran juga menimpa Pasar Sawahlunto. Artinya, kita sedang diuji dengan cobaan berat,” ujar Mahyeldi.


Gubernur menekankan bahwa penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung oleh pihak kepolisian. Namun menurutnya, yang lebih mendesak saat ini adalah kekompakan seluruh pihak dalam mencari solusi bersama. Ia meminta agar pendataan pedagang dan pemilik kios yang terdampak dilakukan secara akurat agar penyaluran bantuan nantinya tepat sasaran. “Data harus valid dan tidak boleh tumpang tindih, supaya langkah penanganan bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.


Mahyeldi juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada saling menyalahkan. “Musibah ini menimpa kita semua. Kuncinya adalah kebersamaan, karena dengan bersatu kita akan lebih kuat menghadapi situasi sulit seperti ini,” tegasnya.


Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyambut baik kehadiran gubernur. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi wujud dukungan nyata pemerintah provinsi kepada warga Payakumbuh. Ia menuturkan bahwa Pemkot Payakumbuh saat ini tengah fokus melakukan pendataan pedagang terdampak sekaligus menyiapkan solusi darurat. Salah satu masukan yang banyak muncul dari pedagang adalah penyediaan kanopi atau atap sementara agar mereka tetap bisa berjualan.


“Pendataan sudah mulai dilakukan, dan posko penanganan juga telah dibentuk. Harapannya, semua pedagang yang terdampak dapat terdata dengan jelas agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Elzadaswarman.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah cukup terbatas. Dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersedia hanya Rp788 juta, sedangkan kebutuhan untuk membantu pedagang dan merelokasi lapak sementara jauh lebih besar. “Untuk santunan pedagang saja kita membutuhkan lebih dari Rp4 miliar, belum termasuk relokasi kios yang juga memerlukan sekitar Rp4 miliar. Karena itu, kami sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi dan kementerian terkait,” jelasnya.


Rida berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat bisa segera terealisasi agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan mata pencaharian. Ia menegaskan bahwa relokasi sementara dan pembangunan kembali kios merupakan prioritas utama yang perlu segera diwujudkan.


Dengan adanya kunjungan gubernur serta koordinasi intensif antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, masyarakat Payakumbuh diharapkan dapat segera bangkit dari musibah ini. Dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi kunci untuk memulihkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Payakumbuh, sekaligus mengembalikan semangat para pedagang yang terdampak kebakaran.(adpsb/bud)