Kabupaten Solok Masuk 20 Daerah Prioritas Penerima DAK Jalan Tematik KPPN 2026 -->

AdSense New

Kabupaten Solok Masuk 20 Daerah Prioritas Penerima DAK Jalan Tematik KPPN 2026

Jumat, 29 Agustus 2025
.


Solok, fajarsumbar.com – Pemerintah Kabupaten Solok kembali menorehkan capaian penting di bidang pembangunan infrastruktur. Melalui perjuangan gigih Bupati Jon Firman Pandu bersama jajaran terkait, Kabupaten Solok ditetapkan sebagai salah satu dari 20 daerah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Konektivitas Subbidang Jalan Tematik Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN) Tahun 2026. 


Penetapan ini merupakan kelanjutan dari usulan DAK tahun 2025 yang sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Informasi ini disampaikan dalam kegiatan Penilaian Usulan DAK Fisik Bidang Konektivitas Subbidang Jalan yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2025 di Hotel Ibis Gading Serpong, Tangerang, dan secara resmi diumumkan pada Kamis, 28 Agustus 2025.


Adapun koridor prioritas yang akan ditangani melalui alokasi DAK ini adalah kawasan produksi pangan di Kecamatan Lembah Gumanti. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Sumatera Barat dengan komoditas unggulan berupa bawang merah dan cabai merah. Kedua komoditas ini memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan. 


Pemerintah Kabupaten Solok pada tahun 2026 mengajukan usulan anggaran sebesar Rp23 miliar, meningkat dari Rp21 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didasarkan pada penyesuaian harga satuan serta revisi desain teknis di lapangan. Seluruh usulan telah diinput melalui aplikasi KRISNA DAK Bappenas dan kini menunggu alokasi final dari Kementerian Keuangan.


Dalam proses pembahasan teknis dan verifikasi, Pemkab Solok diwakili oleh Kepala Dinas PUPR Evia Vivi Fortuna bersama pejabat teknis Endang Distianna Harida, Silvi Pebriani, dan Revi Puspita. Mereka mengikuti rangkaian diskusi bersama tim dari Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR dan Bappenas. 


Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan antara Pemkab Solok dengan kementerian terkait sebagai dasar penyusunan Rencana Kegiatan DAK Tahun 2026, yang dijadwalkan akan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2025 di Jakarta.


Dalam usulan tersebut, Pemkab Solok mengajukan lima ruas jalan strategis yang dinilai sangat penting untuk mendukung konektivitas kawasan produksi pangan. Ruas-ruas tersebut antara lain jalan Bukit Barampuang–Taratak Galundi dengan panjang 1,22 kilometer dan estimasi anggaran Rp3,9 miliar, jalan Convention Hall–Taratak Galundi sepanjang 0,7 kilometer dengan estimasi Rp2 miliar.


Jalan Usak–Alahan Panjang sepanjang 0,9 kilometer dengan estimasi Rp3,2 miliar, jalan Simpang Batu Bagiriak–Galagah sepanjang 3,59 kilometer dengan estimasi Rp9,6 miliar, serta jalan Taratak Pauh–Simpang Tanjung Nan IV sepanjang 1,64 kilometer dengan estimasi Rp4,7 miliar. 


Kelima ruas ini merupakan jalur vital yang menghubungkan sentra produksi dengan jaringan distribusi regional maupun nasional, sehingga perbaikannya diharapkan memperlancar arus barang sekaligus memperkuat posisi Lembah Gumanti sebagai kawasan strategis pangan nasional.


Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Solok masuk dalam daftar prioritas penerima DAK 2026 adalah hasil kerja keras dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik akan menjadi penopang utama dalam meningkatkan daya saing hasil pertanian daerah. 


“Infrastruktur jalan yang memadai adalah kunci dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya petani hortikultura. Kami akan terus berkomitmen memperjuangkan pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.


Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara daerah dan pusat diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal berbasis pertanian, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok di masa mendatang.(Def)