Sawahlunto, fajarsumbar.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sawahlunto kembali aktif setelah lama vakum. Momen penting ini ditandai dengan digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) ke-XV yang berlangsung di ruang rapat Muhammad Yamin, Balai Kota Sawahlunto pada Jumat, 29 Agustus 2025. Mengusung tema “Pemuda Melaju untuk Sawahlunto Maju”, musda ini menjadi ajang konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan pemuda di kota tersebut.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua KNPI Sumatera Barat sekaligus Anggota DPRD Sumbar, Bagas Panyususan Nasution, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Eko Novianto, dan Sekretaris KONI Sawahlunto, Renaldi Syahputra. Turut hadir pula pengurus KNPI dari tingkat provinsi dan kota, serta perwakilan OSIS se-Kota Sawahlunto.
Regenerasi Kepemimpinan dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Caretaker Ketua KNPI Sawahlunto, Muhammad Rinaldi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap ketua baru dapat mempererat silaturahmi dan melanjutkan program-program strategis KNPI ke depan.
Senada dengan Rinaldi, Kabid Pemuda dan Olahraga, Eko Novianto, menyampaikan pesan dari Wali Kota dan Kadis Parpora yang mengapresiasi terlaksananya musda ini. Menurutnya, kevakuman KNPI Sawahlunto sebelumnya berdampak pada organisasi kepemudaan (OKP) dan OSIS di bawahnya. Eko berharap musda ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang satu suara dan mampu merangkul seluruh OKP di Sawahlunto. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program-program KNPI.
Pembukaan musda secara resmi dilakukan oleh Bagas Panyususan Nasution, putra asli Sawahlunto. Bagas menekankan pentingnya peran KNPI sebagai wadah bagi perkembangan pemuda, tidak hanya di Sawahlunto, tetapi juga di Sumatera Barat dan Indonesia. Ia berharap musda ini menjadi momentum lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa Sawahlunto lebih maju.
Visi dan Misi “Hidup Menghidupi” dari Ketua Terpilih
Proses musda berjalan lancar, dengan panitia pelaksana hanya menerima satu nama calon ketua, yaitu Muhammad Nur Iqbal. Hal ini mengantarkan Muhammad Nur Iqbal ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua KNPI Sawahlunto terpilih untuk periode 2025-2028.
Sebelum ditetapkan, Muhammad Nur Iqbal memaparkan visi dan misinya yang berfokus pada inti "Sawahlunto Maju" dan filosofi "Hidup Menghidupi". Filosofi ini menekankan semangat untuk tidak hanya berkembang secara pribadi, tetapi juga memberikan manfaat, energi, dan kehidupan bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.
Visi yang diusungnya adalah “Terwujudnya Pemuda Sawahlunto yang Maju, Mandiri, dan Menghidupi – Menjadi Kekuatan Utama dalam Mendorong Kota Sawahlunto yang Berdaya, Inklusif, dan Berkelanjutan.”
Untuk mencapai visi tersebut, Muhammad Nur Iqbal menetapkan enam misi utama:
1. Menumbuhkan jiwa kepemudaan yang aktif dan berdampak positif.
2. Mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan, pelestarian budaya, dan pengembangan potensi lokal.
3. Memperkuat OKP sebagai agen perubahan yang kolaboratif dan inovatif.
4. Meningkatkan kapasitas pemuda melalui pendidikan, pelatihan, dan kewirausahaan.
5. Memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong.
6. Menyediakan ruang aman bagi kreativitas pemuda dan menjembatani aspirasi mereka.
Setelah terpilih, Muhammad Nur Iqbal berencana segera menyusun kepengurusan dalam satu bulan ke depan untuk kemudian dilantik. Prosesi serah terima kepemimpinan ditandai dengan penyerahan bendera pataka KNPI dari Bagas Panyususan Nasution kepada Muhammad Nur Iqbal, sebagai simbol tongkat estafet kepemimpinan.
Harapan dan Komitmen KNPI Sawahlunto ke Depan
Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua KNPI Sawahlunto, Andri Maha Putra, yang kini menjabat di Majelis Pemuda Indonesia, menyampaikan harapan agar Bagas Panyususan Nasution dapat menyalurkan dana aspirasi untuk mendukung kegiatan KNPI. Ia juga berharap program-program yang belum terlaksana, seperti Napak Tilas Muhammad Yamin dan Adinegoro, dapat dilanjutkan.
Senior KNPI Sawahlunto, Fajar Bratama, menekankan pentingnya KNPI untuk tetap aktif dan mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan. Menurutnya, perda ini akan memudahkan pemerintah daerah dalam mengucurkan dana untuk pelatihan dan kegiatan kepemudaan lainnya.
Menanggapi harapan tersebut, Bagas Panyususan Nasution berkomitmen untuk mengupayakan dukungan melalui pokok-pokok pikiran, dengan syarat KNPI Sawahlunto tetap aktif menjalankan roda organisasinya.
Terpilihnya Muhammad Nur Iqbal dan kembalinya KNPI Sawahlunto menjadi angin segar bagi pergerakan pemuda di Kota Tambang tersebut. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan KNPI dapat mencetak pemuda-pemuda tangguh yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Sawahlunto. (ton)