Mayat Putri Apriyani dengan Luka Bakar Gegerkan Warga Indramayu -->

Iklan Atas

Mayat Putri Apriyani dengan Luka Bakar Gegerkan Warga Indramayu

Minggu, 10 Agustus 2025
Penemuan wanita muda tewas di kamar kos

Jakarta – Warga Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, digemparkan oleh penemuan mayat seorang wanita muda yang ditemukan tewas di kamar kos pada Sabtu siang, 9 Agustus 2025. Korban diketahui bernama Putri Apriyani, berusia 21 tahun, yang berasal dari Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Saat ditemukan, tubuh Putri mengalami luka bakar yang cukup luas di sekujur badannya. Kondisi ini menimbulkan dugaan awal bahwa korban mungkin menjadi sasaran tindakan kriminal, khususnya pembunuhan yang diduga dengan kekerasan. Namun, penyebab pasti dari kematian Putri masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Polisi dari Satreskrim Polres Indramayu bersama dengan petugas Polsek Indramayu Kota langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas Inafis pun turun tangan melakukan pemeriksaan mendalam di kamar kos tempat Putri ditemukan. Mereka juga melakukan wawancara dengan sejumlah saksi dan penghuni kos yang mungkin mengetahui atau melihat kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan berbagai upaya penyelidikan guna mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus ini. “Korban berjenis kelamin perempuan dan kami masih mengumpulkan bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Selain pemeriksaan fisik tempat kejadian, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area kos. Rekaman tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait aktivitas korban maupun orang-orang yang berada di lokasi sebelum kejadian. Meski korban mengalami luka bakar, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah luka tersebut menjadi penyebab utama kematian atau ada faktor lain yang berkontribusi.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah Putri Apriyani langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan autopsi. Pemeriksaan medis ini bertujuan untuk menentukan penyebab pasti kematian serta mengumpulkan bukti tambahan yang bisa memperkuat penyelidikan. Pihak rumah sakit juga diharapkan dapat memberikan laporan resmi mengenai kondisi luka dan kemungkinan penyebab kematian yang dialami korban.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh aparat kepolisian, yang berjanji akan mengungkap kebenaran di balik tragedi tersebut serta menangkap pelaku jika terbukti ada unsur tindak pidana. Masyarakat setempat diimbau untuk memberikan informasi apapun yang dianggap relevan dan dapat membantu proses penyelidikan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai motif atau pelaku di balik kematian Putri Apriyani. Polisi memastikan akan memberikan update perkembangan kasus secepat mungkin.(des*)