Jakarta – Dunia ilmiah dan publik internasional dikejutkan oleh munculnya hiu berwarna oranye terang di Taman Nasional Tortuguero, Kosta Rika. Menurut para ilmuwan, ini merupakan penemuan pertama di dunia, karena belum ada catatan sebelumnya mengenai hiu dengan warna yang begitu mencolok.
Hiu langka ini pertama kali terlihat oleh seorang nelayan yang tengah memancing di perairan Tortuguero. Setelah diteliti, para peneliti menegaskan bahwa warna oranye bukan hasil rekayasa genetika atau polusi lingkungan, melainkan fenomena biologis alami yang sangat jarang terjadi.
Fenomena Xantisme
Para ahli menjelaskan bahwa warna oranye pada hiu ini disebabkan oleh xantisme, kelainan pada pigmen kulit. Biasanya, hiu memiliki warna abu-abu atau putih. Pada hiu dengan xantisme, pigmen gelap hilang, sehingga warna kuning atau oranye menjadi dominan. Fenomena serupa pernah tercatat pada ikan dan hewan laut lainnya, namun baru kali ini terjadi pada hiu.
Dalam publikasi di jurnal Marine Biology, ilmuwan menegaskan bahwa hiu oranye ini menambah daftar keunikan biodiversitas laut di dunia.
Albinisme pada Mata
Selain kulit berwarna oranye, hiu tersebut juga memiliki mata putih, menandakan kondisi albinisme. Albinisme adalah kelainan genetik akibat minim atau tidak adanya melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.
Kombinasi dua kondisi langka—xantisme pada kulit dan albinisme pada mata—menjadikan hiu ini spesimen yang sangat unik. Para peneliti meyakini studi lebih lanjut terhadap hiu tersebut dapat membuka wawasan baru tentang variasi genetik pada spesies laut.
Penemuan hiu oranye ini tidak hanya memikat perhatian para ilmuwan kelautan, tetapi juga publik global. Temuan ini menjadi pengingat akan misteri alam yang masih luas dan menanti untuk diungkap.(des*)
Komentar