![]() |
Rinal Aditia pengusaha muda dibidang peternaoan ayam dengan sertifikat halal dari Disperta Sumbar. (Abg) |
Solsel, fajarsumbar. com - Kebutuhan masyarakat akan telur ayam ras dan ayamnya meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani untuk kesehatan.
Namun, di balik meningkatnya kebutuhan tersebut, terdapat permasalahan yang perlu diperhatikan, yaitu kebersihan dan kualitas telur yang harus memenuhi standar layak konsumsi.
Pengusaha peternakan ayam ras dan telur harus memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi. Salah satu cara untuk memastikan kualitas telur adalah dengan melakukan cek labor hasil telur. Cek labor ini bertujuan untuk mengetahui apakah telur tersebut layak konsumsi atau tidak.
"Pengusaha harus bertanggung jawab untuk memastikan kualitas telur yang dihasilkan. Cek labor adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa telur yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi," kata seorang ahli peternakan.
Dalam melakukan cek labor, pengusaha dapat mengetahui apakah telur tersebut mengandung bakteri atau zat lain yang berbahaya bagi kesehatan. Jika telur tersebut tidak layak konsumsi, maka pengusaha harus segera menarik produk tersebut dari pasaran untuk menghindari risiko kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah juga memiliki peran penting dalam memastikan kualitas telur yang beredar di pasaran. Pemerintah dapat melakukan pengawasan dan pengendalian kualitas telur melalui peraturan dan standar yang ketat.
Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati telur ayam ras dan ayamnya dengan aman dan sehat. Pengusaha juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk mereka dengan memastikan kualitas telur yang tinggi.
Di Kabupaten Solok Selatan ada sejumlah pengusaha peternak ayam ras dan telur ayamnya dan bisa mengatasi kebutuhan warga setiap hari
Salah satu pengusaha ayam petelur itu adalah ayam petelur Pak Adi yang berlokasi di Jorong Ampalu Pekan Selasa, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, (Sumbar) usaha ini telah berdiri sejak tahun 1988, satu satunya pengusaha ayam di Muaralabuh Solok Selatan, dan sekarang sudah dikelolah oleh anak mantan guru SMAN 1 Muaralabuh itu sejak tahun 2005.
Rinal Aditia generasi muda, sang penerus usaha orang tuanya itu sangat memiliki jiwa bisnis yang luar biasa, kini Rinal Aditia yang biasa disapa Ririn itu sudah memiliki dua lokasi kandang ayam rasnya di Solok Selatan dan di Payakumbuh.
Setidaknya Ririn telah memberikan peluang lapangan kerja bagi pemuda setempat, Ririn Total kurang lebih 10.000, ayam dan yang produksi lebih kurang 7000 ekor, rata rata produksi 6.000 butir/hari.
Kini usahanya itu mendapatkan kepercayaan dan hasil usaha yang dilakoninya sejak 2005 lalu dari Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat.
Hal ini disampaikan oleh pengusaha muda Solok Selatan itu kepada awak Media dilokasi kandangnya Ampalu. Selasa (26/8/2025).
Terima kasih kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Solok Selatan yang telah menguji sample telur dari usaha peternakan yang kami kelola ke laboratorium Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat dengan hasil yang luar biasa dan sangat memuaskan," ucapnya bangga.
Hasil dari uji laboratorium Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Sumatera Barat menyatakan, telur yang kami produksi sangat layak untuk di konsumsi oleh masyarakat umum dan kami selalu memisahkan mana yang bagus untuk di pasaran, dan yang rusak itu kami buang jauh jauh atau kami kuburkan dalam tanah.
"Terima kasih kepada ibu Rina Oktaviola dan kawan kawan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Solok Selatan yang telah gigih memfasilitasi kami," pinta Ririn.(Abg)