Tol Padang–Sicincin Mulai Berlakukan Tarif 2 Agustus -->

Iklan Atas

Tol Padang–Sicincin Mulai Berlakukan Tarif 2 Agustus

Sabtu, 02 Agustus 2025

 

Sejumlah kendaraan melintas di Tol seksi Padang-Sicincin di Kabupaten Padang, Pariaman, Sumbar



Padang– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Jalan Tol Padang–Sicincin di Sumatera Barat merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam mempercepat arus logistik dan mendorong pemerataan pembangunan wilayah.

Menurut Dody, kehadiran tol tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

“Pembangunan jalan tol ini tidak hanya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, tapi juga menjadi fondasi utama dalam mempercepat logistik dan pemerataan pembangunan,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Saat ini, Kementerian PUPR tengah menggenjot pembangunan berbagai ruas jalan tol, termasuk Padang–Sicincin yang merupakan bagian dari Tol Pekanbaru–Padang, salah satu ruas utama dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Jalan tol sepanjang 35,9 kilometer tersebut kini berada dalam tahap akhir persiapan pengoperasian.

Pembangunan tol ini merupakan bagian dari program strategis nasional PU 608, yang bertujuan menjadikan infrastruktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penyediaan infrastruktur yang efisien dan merata, Kementerian PUPR menargetkan tercapainya tiga hal utama: efisiensi investasi dengan ICOR di bawah angka 6, penurunan angka kemiskinan menuju nol persen, serta pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.

Dody menjelaskan bahwa Jalan Tol Padang–Sicincin telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Direktorat Jenderal Bina Marga pada 30 April 2025. Sedangkan Surat Keputusan Pengoperasian telah diterbitkan melalui Kepmen PUPR Nomor 519/KPTS/M/2025 pada 19 Mei 2025. Saat ini, jalan tol tersebut dalam tahap akhir persiapan untuk resmi digunakan.

Meskipun pembangunan jalur utama telah selesai 100 persen, masih ada beberapa pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan, antara lain penyambungan akses ke Lubuk Alung sepanjang 2,4 kilometer dan penyesuaian desain simpang sebidang di kawasan Tarok City akibat kendala pembebasan lahan.

“Kami akan terus mempercepat pekerjaan lanjutan ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Koordinasi dengan pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat terus dilakukan agar seluruh aspek teknis maupun sosial dapat berjalan beriringan,” jelasnya.

Jalan Tol Padang–Sicincin diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera serta mengintegrasikan wilayah Sumatera Barat ke dalam jaringan logistik nasional. Selain meningkatkan efisiensi transportasi, keberadaan infrastruktur ini juga diyakini akan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk menjadikan infrastruktur sebagai tulang punggung pembangunan nasional,” tutup Dody.(des*)