Program MBG Hadir di Lima Puluh Kota, Pemerintah Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang untuk Anak Bangsa -->

AdSense New

Program MBG Hadir di Lima Puluh Kota, Pemerintah Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang untuk Anak Bangsa

Kamis, 18 September 2025

.


Lima Puluh Kota, fajarsumbar.com – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkenalkan ke berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang sejak usia dini, demi melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan tangguh.


Kegiatan sosialisasi digelar di Hall Badminton Jsa Kawan, Payakumbuh Lintau KM 08, pada Selasa (16/9/2025). Acara dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Suparngadi, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kebijakan dan tokoh daerah ini menunjukkan dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 tersebut.


Dalam kesempatan itu, Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai sekadar pembagian makanan gratis. Menurutnya, program ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap masa depan generasi muda. “Gizi seimbang sejak usia dini adalah pondasi penting dalam mencegah stunting sekaligus membentuk anak-anak yang unggul. MBG adalah investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi persaingan global,” ujarnya.


Ade Rezki juga menyampaikan pesan Presiden melalui BGN, bahwa keberhasilan MBG membutuhkan dukungan penuh masyarakat. “Semua pihak harus ikut ambil bagian. Peran keluarga, sekolah, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha lokal akan menentukan tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045,” tambahnya.


Senada dengan itu, Teguh Suparngadi dari BGN menekankan bahwa pemerintah terus memperluas Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG). Langkah ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan gizi buruk sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak. “Program MBG bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga membentuk generasi berdaya saing sejak dini,” jelasnya.


Teguh menambahkan, MBG juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan pelaku UMKM lokal, mulai dari penyedia bahan baku, pengolah makanan, hingga tenaga kerja. “Dengan begitu, manfaat program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.


Selain itu, program ini dinilai relevan dengan tantangan masa depan. Berdasarkan proyeksi demografi, pada 2045 Indonesia akan memiliki populasi muda dalam jumlah besar. Jika dibekali dengan gizi yang baik dan pendidikan yang memadai, generasi ini akan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.


Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus memperluas implementasi MBG ke seluruh wilayah Indonesia secara bertahap. Diharapkan, melalui langkah konsisten ini, Indonesia mampu membangun generasi emas yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara karakter.


Sosialisasi di Lima Puluh Kota ini juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat memahami bahwa program MBG bukan sekadar kebijakan formal, melainkan gerakan bersama demi masa depan bangsa. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar tujuan besar mencetak generasi sehat dan unggul benar-benar tercapai.(rel/ul)