Rakor Inflasi, Stabilitas Daerah jadi Prioritas -->

AdSense New

Rakor Inflasi, Stabilitas Daerah jadi Prioritas

Rabu, 03 September 2025
Rapat koordinasi daerah dengan Kemendagri secara daring.


Padang Panjang, fajarsumbar.com  - Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta mengoptimalkan upaya pengendalian harga kebutuhan pokok. 

Hal itu disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (2/9), yang digelar secara daring di ruangVIP balaikota setempat..

Rakor juga diikuti Wakil Walikota, Allex Saputra, Kapolres, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, serta sejumlah instansi terkait. 

Pada kesempatan itu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif di tengah dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mendagri minta kepala daerah bersama Forkopimda tetap solid dan merangkul semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, guna menciptakan suasana damai. 

Kemendagri juga mendorong pemerintah daerah lebih aktif menggelar pasar murah untuk menekan harga kebutuhan pokok, serta menunda kegiatan seremonial yang berkesan boros dan perjalanan ke luar negeri.

“Capaian positif pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga perlu  dipublikasikan agar tumbuh optimisme di tengah tantangan ekonomi,” kata Tito mengingatkan. 

Secara nasional, inflasi pada Agustus 2025 tercatat minus 0,08 persen (month-to-month/mtm), dengan inflasi tahunan sebesar 2,31 persen (year-on-year/yoy), dan inflasi tahun kalender 1,60 persen (year-to-date/ytd).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Walikota Hendri Arnis menegaskan pihaknya bersama Forkopimda akan menjaga stabilitas daerah dengan langkah konkret. 

“Pasar murah, pengawasan distribusi barang, serta komunikasi dengan pedagang akan terus dilakukan agar inflasi terkendali dan masyarakat terlindungi,” katanya.

Analis Perekonomian Setdako, Chandra Erfiko menjelaskan, inflasi tahunan Padang Panjang pada Agustus 2025 mencapai 2,75 persen, naik dibanding Juni yang tercatat 1,85 persen. 
Inflasi bulanan berada di angka 0,56 persen.

Berdasarkan data BPS, Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke empat Agustus berada di angka 3,56, turun dari minggu sebelumnya. 

Pergerakan ini terutama dipengaruhi oleh harga cabai merah, beras, dan bawang merah.

Dari 48 komoditas yang dipantau, sebagian besar harga relatif stabil. 
Sebanyak 11 komoditas berfluktuasi, terdiri atas tujuh naik dan empat turun. 

Kenaikan terjadi pada cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kacang kedelai, dan bawang daun. 

Sementara penurunan terlihat pada harga telur ayam ras, terong, seledri, dan ikan kembung.

Komoditas lain, seperti beras berbagai kualitas, gula pasir, tepung terigu, daging ayam, daging sapi, telur ayam kampung, telur itik, bawang bombai, serta minyak goreng, masih stabil. Namun, komoditas strategis seperti cabai dan bawang mengalami lonjakan harga cukup signifikan. (syam)