![]() |
Dua laga panas semifinal Liga Askot PSSI Sawahlunto 2025 di Lapangan Ombilin, Senin (6/10/2025). Kiri: Duel ketat antara SMPN 1 Sawahlunto (Spensa) dan MTsN 1 Sawahlunto (Singa Lubuak Maung) berakhir imbang 2-2 sebelum dimenangkan MTsN 1 lewat adu penalti 3-1. Kanan: Aksi perebutan bola udara antara pemain SMPN 3 (Spenti) dan MTsN 2 (Tsandu), di mana MTsN 2 memastikan tiket final lewat kemenangan 2-0. (foto koleksi askot pssi sawahlunto/fadrian al muhairi) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com — Euforia suporter menggema di Stadion Ombilin, Senin (6/10/2025), saat semifinal Liga Askot PSSI Sawahlunto tingkat SLTP sederajat berlangsung panas. Ribuan penonton memenuhi tribun, bendera sekolah berkibar, dan chant dukungan tak henti-hentinya menggema untuk tim kesayangan masing-masing.
Drama Laga Pertama: SMPN 1 vs MTsN 1
Pertandingan pembuka mempertemukan dua tim unggulan, SMPN 1 (Spensa) melawan MTsN 1 (Singa Lubuak Maung), dipimpin oleh wasit Isnanda Yustari Sandra.
Sejak peluit pertama, kedua tim bermain hati-hati. Peluang emas pertama datang dari MTsN 1 lewat kombinasi apik Gery di sisi kiri yang berujung pada tendangan voli keras, namun masih mampu ditepis kiper Spensa. Tidak lama berselang, Singa Lubuak Maung kembali menebar ancaman, kali ini bola hasil tendangan voli membentur mistar gawang.
SMPN 1 berhasil membuka keunggulan di menit ke-12 melalui Aqil Althaf Alghazi setelah memanfaatkan skema sepak pojok. Namun hanya semenit berselang, MTsN 1 menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas keras Muhammad Revan dari luar kotak penalti — memecah keperawanan gawang Spensa.
Suasana makin menegangkan, hingga wasit sempat menghentikan laga saat azan Asar berkumandang. Para pemain dan suporter menghentikan aktivitas sejenak untuk menghormati waktu salat. Paruh pertama berakhir imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat drastis. Stadion kembali bergemuruh saat Faiz Salleemullah Aristianto (nomor punggung 14) membawa Spensa unggul 2-1 di menit ke-33 lewat permainan tiki-taka cepat di mulut gawang lawan — gol keenamnya di turnamen ini.
Namun MTsN 1 tak tinggal diam. Serangan cepat mereka sempat membuahkan gol, tetapi dianulir karena offside. Upaya beruntun akhirnya berbuah hasil ketika Faiz Fatih Dzakwan sukses menyamakan skor menjadi 2-2 lewat kerja sama satu-dua dari sisi kanan.
Hingga peluit panjang, skor tetap 2-2 dan pertandingan berlanjut ke adu penalti yang menegangkan.
MTsN 1: Gery (gol), Daffa (gol), Alfarizi (gol), Revan (melambung)
SMPN 1: Nizam (gagal), Aqil (gol), Advan (gagal), Farid (melambung)
Adu penalti berakhir 3-1 untuk MTsN 1. Sang Singa Lubuak Maung pun melangkah ke final, sementara Spensa harus puas berjuang di perebutan tempat ketiga pada Rabu (8/10/2025).
Laga Kedua: Spenti vs Tsandu, Duel Elegan Dua Tim Tangguh
Pertandingan semifinal kedua mempertemukan SMPN 3 (Spenti) melawan MTsN 2 (Tsandu) yang dipimpin wasit Robby Marta Wardana.
Kedua tim menampilkan permainan elegan, disiplin, dan penuh perhitungan. Peluang-peluang awal bergantian tercipta, namun kedua kiper tampil gemilang. Hingga menit ke-28, kebuntuan pecah. Pemain nomor 9 MTsN 2, Alfatih Razaqi, memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri untuk menaklukkan kiper Spenti. Gol itu sekaligus mematahkan rekor clean sheet Spenti sepanjang turnamen.
Di babak kedua, MTsN 2 menambah keunggulan melalui penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Muhammad Rajib setelah bola kirimannya mengenai tangan pemain Spenti di kotak terlarang. Skor 2-0 bertahan hingga akhir laga.
Rajib kini mengoleksi 9 gol, mempertegas statusnya sebagai top skor sementara. Tsandu pun melangkah ke final dengan rekor luar biasa: belum pernah kebobolan sepanjang turnamen.
Duo MTsN ke Final, Kemenag Sawahlunto Bangga
Keberhasilan dua tim madrasah, MTsN 1 dan MTsN 2, melaju ke final membuat Kepala Kemenag Sawahlunto, Dedi Wandra, tampak haru. “Ini bukti bahwa madrasah bisa berprestasi di bidang olahraga, bukan hanya akademik,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Persaingan Top Skor & Sorotan Pejabat
Selain rivalitas tim, duel pencetak gol terbanyak juga memanas. Muhammad Rajib (MTsN 2) memimpin dengan 9 gol, disusul Kaysan Alfiano (SMPN 3) dan Radefka Amdtya Lefrant (SMPN 4) dengan 7 gol, serta Faiz Salleemullah Aristianto (SMPN 1) dengan 6 gol.
Pertandingan disaksikan langsung oleh jajaran pejabat daerah: Ketua Askot PSSI sekaligus Ketua Komisi I DPRD Sawahlunto Ronny Eka Putra, Hendri Elvin, Revanda Utami Vininta, Kepala Dinas Pendidikan Asril, Kepala Kemenag Dedi Wandra, Wakil Ketua KONI Boy Purbadi dan Heru Aprioval, serta Direktur RSUD Ardian Amri.
Tak hanya itu, kejutan datang dengan hadirnya Wakajati Sumbar, Mukhlis, yang pernah bertugas di Sawahlunto tahun 2000. Ia merupakan putra asli Sawahlunto datang bersama Wali Kota Riyanda Putra, Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah, dan Sekda Rovanly Abdams.
Pesan Penting untuk Masa Depan Sepak Bola Sawahlunto
Wakajati Mukhlis memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya ajang pembinaan ini. Ia berpesan agar olahraga dijadikan media silaturahmi masyarakat.
“Bagi yang kalah bukan berarti tidak bagus, hanya kurang beruntung. Teruslah berlatih, karena anak-anak yang bergizi dan bermental kuat akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemko Sawahlunto dan PSSI untuk terus menyelenggarakan turnamen tahunan hingga tingkat SLTA dan bahkan provinsi.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Riyanda Putra langsung menugaskan Ketua Askot PSSI Sawahlunto, Ronny Eka Putra, untuk mempersiapkan Liga Askot tingkat SLTA tahun depan.
“Event ini akan kita jadikan agenda rutin setiap tahun. Setiap sore akan selalu ada tontonan positif untuk masyarakat Sawahlunto,” tegasnya. (ton)
Komentar