Duel Gengsi Spensa vs Spenti: Perebutan Tempat Ketiga Liga Askot PSSI Sawahlunto Siap Memanas -->

AdSense New

Duel Gengsi Spensa vs Spenti: Perebutan Tempat Ketiga Liga Askot PSSI Sawahlunto Siap Memanas

Selasa, 07 Oktober 2025
Dua pelatih muda dan para pemain andalan masing-masing tim siap menatap laga perebutan tempat ketiga Liga Askot PSSI Sawahlunto 2025 — (dari kiri ke kanan) pelatih SMPN 3 Dorisman, pemain Spenti Kaysan Alfiano, pemain Spensa Faiz Salleemullah Aristianto, dan pelatih SMPN 1 Raihan Pratama. (foto pelatih/arif muhajirin lentera kota dan foto pemain/bubuik red)


Sawahlunto, fajarsumbar.com — Laga perebutan tempat ketiga Liga Askot PSSI Sawahlunto tingkat SLTP sederajat dipastikan tak kalah sengit dari partai final. Rabu (8/10/2025) sore pukul 16.00 WIB, Lapangan Ombilin kembali akan menjadi saksi duel panas dua kekuatan besar sekolah negeri di Kota Arang: SMPN 1 (Spensa) besutan Raihan Pratama berhadapan dengan SMPN 3 (Spenti) di bawah komando Dorisman.


Keduanya sejatinya adalah tim unggulan sejak fase grup. Spensa dikenal dengan permainan cepat, rapi, dan mengandalkan kolektivitas antar lini, sementara Spenti tampil eksplosif dengan serangan balik tajam serta disiplin pertahanan yang tangguh. Namun, nasib berkata lain—kedua raksasa ini harus menghentikan langkah di babak semifinal setelah perlawanan dramatis melawan dua madrasah yang akhirnya menembus final.


Meski bukan laga puncak, duel perebutan tempat ketiga ini menjadi ajang pembuktian harga diri dan mental juara. Para pemain muda dipastikan tampil habis-habisan untuk mengakhiri turnamen dengan kepala tegak. Bagi mereka, laga ini lebih dari sekadar pertandingan—ini adalah panggung terakhir untuk menunjukkan kualitas, karakter, dan mentalitas di hadapan ribuan penonton dan para pencari bakat.


“Dari kompetisi seperti inilah lahir bintang-bintang masa depan sepak bola Sawahlunto, bahkan Indonesia,” ujar Sepriwandi, Inspektur Pertandingan Liga Askot PSSI Sawahlunto yang akrab disapa Ayah Paik atau Andi PU.


Menurutnya, Liga Askot PSSI Sawahlunto bukan sekadar turnamen pelajar, melainkan fondasi pembinaan jangka panjang bagi talenta muda untuk memperkuat PS GAS Sawahlunto atau Laskar Gunung Arang di kelompok usia U-13, U-15, hingga U-17. Kompetisi ini menjadi ladang seleksi alami bagi calon-calon pemain yang kelak akan membawa nama daerah di kancah regional dan nasional.


Sepriwandi menambahkan, di tengah derasnya arus digital dan media sosial, turnamen seperti ini menjadi oase positif yang mengarahkan anak-anak untuk fokus menekuni bakat serta menjauhi aktivitas negatif yang dapat merusak karakter.


“Dengan adanya ajang seperti ini, kita harapkan lahir generasi muda yang bukan hanya tangguh di lapangan, tapi juga memiliki kepribadian kuat dan sportivitas tinggi,” tambahnya.


Sebagai bagian dari Tim Tabah Squad, panitia penyelenggara Liga Askot PSSI Sawahlunto, Sepriwandi menegaskan komitmennya untuk terus memperbanyak event pembinaan usia dini. Ia menilai, baik Spensa maupun Spenti telah memperlihatkan potensi luar biasa sejak babak penyisihan, dan perebutan tempat ketiga ini menjadi ruang bagi mereka untuk menegaskan siapa yang paling konsisten hingga akhir turnamen.


Dengan atmosfer dukungan suporter yang selalu bergelora, perebutan tempat ketiga ini dipastikan tetap menghadirkan tensi tinggi dan emosi penuh gengsi. Siapa yang akan menutup turnamen dengan kemenangan? Jawabannya akan terungkap besok sore di rumput hijau Ombilin, di bawah sorot mata seluruh pencinta sepak bola muda Sawahlunto. (ton)