![]() |
| Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis (foto.dok.saco) |
Padang Pariaman - Lelang jabatan bergengsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman rupanya belum menarik minat banyak aparatur. Sejak diumumkan pada 30 September 2025, seleksi terbuka untuk tujuh Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II dikabarkan masih sepi pendaftar.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) yang juga Sekda Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengakui bahwa hingga pekan kedua Oktober, baru dua orang ASN yang resmi menyerahkan berkas ke panitia.
“Sampai sekarang sudah banyak yang mengurus kelengkapan, tapi yang baru memberikan berkas kepada panitia baru dua orang. Namun kami yakin menjelang akhir pendaftaran nanti akan banyak yang ikut seleksi,” ujar Sekda Rudy Repenaldi Rilis ketika dihubungi Wartawan fajarsumbar.com, Rabu siang (8/10/2025).
Fenomena minimnya pendaftar ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik birokrasi Padang Pariaman. Pasalnya, tujuh kursi strategis Eselon II yang dilelang ini bukan jabatan sembarangan.
Kursi tersebut meliputi dinas-dinas vital seperti Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan, Sosial, Pariwisata, Peternakan, Lingkungan Hidup hingga Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Isu yang berkembang di kalangan ASN, syarat untuk bisa ikut seleksi dianggap cukup berat. Ada anggapan bahwa pelamar harus pernah menduduki dua kali jabatan eselon di bawahnya, sehingga membuat sebagian ASN ragu mendaftar.
Namun Sekda Rudy Repenaldi Rilis langsung meluruskan informasi itu. “Persyaratan sesuai ketentuan hanya mensyaratkan masa kerja di eselon III. Minimal dua tahun untuk III a atau tiga tahun untuk III b. Tidak ada ketentuan harus dua kali menduduki jabatan berbeda,” tegasnya.
Sementara itu, terkait teknis pelaksanaan ujian, Rudy menyebutkan bahwa proses assesment direncakan digelar di BKN Pekanbaru. Karena kegiatan padat disana, maka asesmen akan dilaksanakan di Balai Kementerian Pertanian Ciawi, Bogor.
“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pertanian karena jadwal asesmen di Provinsi Riau sudah penuh,” jelasnya.
Adapun untuk tahap akhir, tim wawancara dan psikologi akan melibatkan unsur independen dan akademisi. “Tim terdiri dari dua orang akademisi dan satu pamong senior. Mereka akan menilai makalah serta presentasi peserta secara objektif dan profesional,” pungkas Rudy.
Meski masih sepi peminat, kata dia, Panitia Seleksi tetap optimistis bahwa menjelang penutupan pendaftaran pada 13 Oktober 2025, jumlah pelamar akan meningkat.
Namun publik tetap menyoroti fenomena ini. Mengapa jabatan strategis dengan gengsi tinggi justru tak diserbu para pejabat menengah?
Apakah karena ketatnya syarat, faktor politik, atau sinyal perubahan arah birokrasi di bawah duet kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis-Wabup Rahmat Hidayat ?
Satu hal pasti, tujuh kursi panas di Pemkab Padang Pariaman, kini menunggu siapa yang berani maju. Bukan sekadar untuk naik jabatan, tapi untuk membuktikan kualitas dan integritas di hadapan publik.(saco).
Komentar