135 KK Mengungsi Setelah Banjir Bandang Terjang Malalak -->

AdSense New

135 KK Mengungsi Setelah Banjir Bandang Terjang Malalak

Kamis, 27 November 2025
Banjir Badang dan Galodo menerjang Malalak


Malalak – Dua warga Malalak Timur dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang (galodo) yang melanda wilayah tersebut, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Camat Malalak, Kabupaten Agam, Ulya Satar, membenarkan bahwa kedua korban merupakan warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur.

“Dua warga telah dinyatakan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” ujar Ulya, Kamis (27/11/2026).

Ia menjelaskan, situasi di lapangan masih dalam kondisi darurat. Warga terdampak membutuhkan bantuan mendesak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, selimut, obat-obatan, serta layanan kesehatan.

Ulya juga berharap dukungan cepat dari dinas terkait agar penanganan korban dapat berjalan lebih optimal, termasuk memperkuat upaya pencarian warga yang belum ditemukan.

Sementara itu, BPBD Agam melaporkan telah mengevakuasi ratusan keluarga yang terdampak galodo tersebut.

Kalaksa BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menyampaikan bahwa sebanyak 135 Kepala Keluarga telah dipindahkan ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan.

Adapun empat titik pengungsian yang aktif hingga saat ini berada di Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa’adah Jorong Sakand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, dan SDN 01 Campago.

“Hingga Rabu malam, tercatat 135 KK mengungsi akibat bencana galodo di Malalak Timur,” kata Rahmad, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan, BPBD bersama pihak kecamatan, TNI–Polri, dan para relawan terus melakukan evakuasi serta memantau kondisi debit air sungai untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.(des*)