80 Kalaksa Digembleng BNPB, Padang Pariaman Siapkan Komando Tanggap Bencana

AdSense New

80 Kalaksa Digembleng BNPB, Padang Pariaman Siapkan Komando Tanggap Bencana

Rabu, 19 November 2025
Kasalaksa BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman bersama peserta pelatihan kebencanaan lainnya yang digembleng BNPB di Sentul, Bogor (foto.dok.en) 


Sentul - Indonesia hidup di atas cincin api. Setiap gempa, setiap hujan ekstrem, hingga setiap letusan gunung menyodorkan satu pesan. Yakni kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kewajiban.


Menyadari urgensi itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggeber peningkatan kapasitas para komandan penanganan bencana melalui “Senior Disaster Management Training”, yang digelar 10–22 November 2025 di Pusdiklat BNPB, Sentul, Bogor.


Sebanyak 80 Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia digembleng dalam pelatihan intensif tersebut. 


Mereka adalah ujung tombak yang berdiri paling depan ketika bencana melanda daerah masing-masing.


Salah satu peserta yang dipercaya mengikuti pelatihan tingkat nasional ini adalah Kalaksa BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Emri Nurman, SSTP, MM.


Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, M.Si, yang menegaskan bahwa penguatan kapasitas para Kalaksa adalah faktor krusial dalam memperkokoh sistem penanggulangan bencana nasional.


“Pemimpin BPBD harus memiliki kepemimpinan yang kuat, pengetahuan lapangan yang solid, dan kesiapan penuh menghadapi situasi darurat,” tegas Suharyanto dalam sambutannya.


Kasalaksa BPBD Emri Nurman yang dihubungi fajarsumbar.com Rabu (19/11/2025) pagi, mengatakan bahwa daerah kita Padang Pariaman termasuk zona merah berdasarkan pantuan para ahli kebencanaan, maka sangat perlu dan penting bahwa ilmu ini harus wajib diturunkan hingga sampai ke masyarakat. 


Emri Nurman mengaku pengalaman yang ia serap selama pelatihan menjadi bekal mahal untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.


“Pengalaman dan ilmu yang diperoleh akan kita kembangkan kepada jajaran BPBD, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Daerah kita termasuk zona merah kebencanaan, jadi tidak ada pilihan selain siap, cepat, dan tangguh,” ujarnya.


Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat nagari hingga tokoh adat, untuk lebih memperkuat sinergi dalam menghadapi potensi bencana di Padang Pariaman yang dikenal sarat risiko gempa, banjir, dan longsor.


“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Bencana harus dihadapi dengan kebersamaan, kepedulian, dan kesiapsiagaan bersama,” tambahnya.


Dengan pelatihan ini, para Kalaksa BPBD dari berbagai daerah diharapkan pulang membawa strategi baru, visi lebih kuat, serta komitmen kokoh untuk menjaga keselamatan warga di garis terdepan.(saco).