Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 28 Jenazah Ditemukan di Sungai Sejumlah Daerah Masih Terisolasi

AdSense New

Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 28 Jenazah Ditemukan di Sungai Sejumlah Daerah Masih Terisolasi

Jumat, 28 November 2025
Tim mengevakuasi warga dari kepungan banjir di Sumbar.


Padang, fajarsumbar.com - Bencana hidrometeorologi, yakni banjir bandang dan longsor, di Provinsi Sumatra Barat, meninggalkana duka yang mendalam. Di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, hingga Jumat sore (28/11/2025), tim gabungan telah menemukan total 28 jenazah korban yang terseret dan hanyut dari aliran sungai.


Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, saat meninjau langsung lokasi bencana di Salareh Aia Utara. “Hingga kini tim SAR telah menemukan sebanyak 28 jenazah korban dari aliran sungai," ujarnya.


Lima jenazah sedang berada di Puskesmas Bawan untuk dilakukan identifikasi. Sementara korban lain di halaman Masjid Nurul Hikmah, Nagari Salareh Aia Utara. Pemerintah daerah setempat terus berupaya menangani dampak bencana, membantu proses evakuasi dan pembukaan akses ke daerah yang terisolir akibat tertutup timbunan material longsor dan banjir.


Sementara itu dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat dilaporkan, dua daerah yakni Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo  sekarang terisolir sehingga masyarakat terdampak diungsikan melalui Danau Singkarak.


Masyarakat yang terisolir dan berada ditempat rawan diungsikan ketempat yang lebih aman di Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan dan daerah sekitarnya. ”Saat ini sekitar 125 jiwa sudah diungsikan ke Nagari Batu Taba melalui jalur Danau Singkarak dengan boat,” kata Eka Putra, Bupati Tanah Datar.


Info sementara kerusakan di Nagari Padang Laweh Malalo 10 unit rumah rusak, jembatan 1 unit, Rumah Ibadah 1 unit, jumlah pengungsi 1.043 jiwa. Di Nagari Sumpur rumah hanyut 11 unit, 24 rumah rusak, jembatan 1 unit, sekolah 1 unit, rumah ibadah 1 unit, irigasi 1 unit, hand tractor 4 unit dan jumlah pengungsi 331 jiwa.


Di Nagari Guguak Malalo rumah 15 unit, jembatan 3 unit putus total, 1 unit rusak, sekolah 1 unit, rumah ibadah 2 unit, irigasi 8 unit dan pengungsi 1300 jiwa. Sedangkan dari Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, longsor menimbun dua rumah warga setempat.


Walinagari Sunuruik, Kecamatan Talamau, Frianton, menyebutkan, korban diduga sebanyak 7 orang dan dilaporkan satu orang selamat. "Benar 6 orang lagi masih dalam pencarian oleh petugas bersama masyarakat," katanya.

 

Seluruh perangkat nagari, relawan PMI, unsur kecamatan, dan aparat terkait telah dikerahkan untuk mempersiapkan proses pencarian korban, penanganan pengungsi, serta pemantauan potensi bencana lanjutan. “Hingga kini, proses pencarian korban belum dapat dilakukan karena cuaca masih hujan  dan kondisi tanah masih terus bergerak,” ujarnya. 


Selain di Nagari sinuruik, juga ada beberapa  Masyarakat Nagari lainya yang mengungsi untuk menyelamatkan diri dari ancaman bencana longsor dan banjir bandang  di Kampung Tinggam Kajai, Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Nagari Simpang Timbo Abu Kajai dan Nagari Talu.


Disebutkan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan sembako, air minum, tenda, selimut dan kelengkapan memasak lainya.(Kaz)