Jakarta – Hujan es berukuran besar menghantam Negara Bagian Queensland, Australia, pada Senin malam dan menyebabkan kerusakan luas. Dampak paling signifikan dirasakan pada jaringan listrik, dengan sekitar 95.000 rumah mengalami pemadaman.
Biro Meteorologi Australia melaporkan bahwa hujan es dengan diameter mencapai 14 sentimeter turun di Kota Brisbane. Fenomena ekstrem ini merusak sejumlah kendaraan, panel surya, hingga atap rumah warga.
Cuaca buruk tersebut juga disertai angin kencang berkecepatan hingga 100 km per jam serta lebih dari 800.000 sambaran petir. Kondisi ini merobohkan banyak tiang listrik dan semakin memperluas wilayah yang terdampak pemadaman.
Badai diperkirakan masih berlanjut hingga Selasa (25/11/2025), terutama di kawasan tenggara Queensland dan timur laut New South Wales, dipicu oleh suhu panas dan kelembapan tinggi yang belum mereda.
“Badai hebat masih mungkin terjadi di sebagian besar wilayah tenggara,” ujar ahli meteorologi senior, Miriam Bradbury, kepada ABC. Namun, ia menambahkan bahwa intensitas cuaca ekstrem tidak akan separah hari sebelumnya, sehingga potensi hujan es berukuran sangat besar cenderung menurun.
Selain itu, Biro Meteorologi juga mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem untuk wilayah utara Queensland, dengan suhu maksimum diperkirakan melampaui 40 derajat Celsius.
Di media sosial, warga Queensland ramai mengunggah foto-foto hujan es raksasa. “Saya belum pernah melihat hujan es sebesar ini,” tulis seorang pengguna Reddit yang membagikan foto bongkahan es berdiameter sekitar 10 sentimeter dengan berat hampir 189 gram.(des*)
Komentar