Bunda PAUD Kapuas Dorong Pembiasaan Tujuh Karakter Hebat Sejak Usia Dini

AdSense New

Bunda PAUD Kapuas Dorong Pembiasaan Tujuh Karakter Hebat Sejak Usia Dini

Sabtu, 08 November 2025
.


Kuala Kapuas – Bunda PAUD Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Siti Saniah Wiyatno, kembali menegaskan pentingnya pembiasaan karakter positif pada anak sejak usia dini. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang melibatkan satuan pendidikan PAUD se-Kecamatan Kapuas Timur, Sabtu (8/11).


Pada kesempatan tersebut, Siti Saniah mengajak seluruh pihak, mulai dari orang tua, guru PAUD/TK, hingga Bunda PAUD desa, untuk berperan aktif membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari anak. Menurutnya, karakter kuat tidak hadir tiba-tiba, tetapi lahir dari rutinitas yang terus dipupuk sejak kecil. “Tujuh kebiasaan ini menjadi bekal penting untuk membentuk pribadi anak yang mandiri, sehat, dan berdaya saing,” ucapnya.


Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di salah satu lokasi wisata di Kapuas itu dihadiri dengan antusias oleh puluhan peserta. Suasana penuh keakraban tampak selama sesi penyampaian materi, yang menekankan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menuntun anak ke arah yang lebih baik.


Dalam penjelasannya, Siti Saniah memaparkan tujuh kebiasaan tersebut secara rinci. Kebiasaan pertama adalah membangunkan anak lebih pagi, yang melatih kedisiplinan dan keteraturan. Kebiasaan kedua adalah mengajak anak beribadah sesuai keyakinan masing-masing untuk menumbuhkan nilai moral dan spiritual.


Kebiasaan ketiga yang ia dorong adalah olahraga teratur agar anak tetap sehat dan aktif. Selain itu, anak perlu dibiasakan mengonsumsi makanan sehat sebagai kebiasaan keempat, untuk mendukung perkembangan fisik dan kecerdasannya.


Ia juga mengajak anak-anak untuk menanamkan budaya belajar. Kebiasaan kelima ini dinilai penting untuk menumbuhkan minat eksplorasi dan meningkatkan kemampuan berpikir. Kebiasaan keenam yang tak kalah penting adalah mendorong anak bersosialisasi dengan baik, yaitu saling menghargai, ramah, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.


Kebiasaan ketujuh adalah menjaga kualitas tidur dan membatasi penggunaan gawai. Menurutnya, anak yang cukup istirahat cenderung lebih fokus, ceria, dan mampu mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.


Siti Saniah menekankan bahwa pembiasaan tersebut tidak akan berjalan efektif jika hanya mengandalkan lingkungan sekolah. Orang tua, sebagai pihak yang paling dekat dengan anak, memegang peran utama. “Anak meniru apa yang mereka lihat. Karena itu, teladan dari keluarga menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter,” tuturnya.


Ia juga mengajak keluarga dan sekolah untuk menjadikan suasana belajar dan bermain sebagai pengalaman yang menyenangkan. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dalam lingkungan positif yang mendorong mereka mengembangkan potensi diri.


“Mari kita bangun kebiasaan hebat ini secara konsisten. Jika dilakukan bersama-sama, kita mampu melahirkan generasi Kapuas yang berkarakter kuat, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.(iL)