![]() |
| . |
Kuala Kapuas, fajarsumbar.com – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno menegaskan pentingnya pemerataan tenaga pendidik yang mempertimbangkan jumlah siswa di tiap sekolah. Menurutnya, distribusi guru tidak boleh hanya berbasis jumlah sekolah, melainkan harus proporsional agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi Bidang Pendidikan di aula Dinas Pendidikan Kapuas, Selasa (18/11/2025).
Wiyatno juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara guru dan siswa. Ia menilai sekolah merupakan tempat pertemuan berbagai latar belakang, baik dari para pendidik maupun peserta didik, sehingga keharmonisan menjadi kunci terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Ia bahkan mengajak para guru untuk memperlakukan murid layaknya anak sendiri demi terciptanya kedekatan emosional yang positif.
Menurut Bupati, tanggung jawab moral dan profesional pendidik memiliki peran besar dalam menentukan kualitas pendidikan. Ia berharap para guru menjadikan tugas mereka sebagai amanah, sehingga muncul rasa bersalah jika tanggung jawab tidak dilaksanakan dengan baik. Sikap tersebut diyakininya akan mendorong peningkatan etos kerja tanpa harus terus diawasi pimpinan.
Terkait pelaksanaan rakor, Wiyatno menegaskan bahwa evaluasi program tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi langkah strategis untuk memastikan seluruh kegiatan pendidikan berjalan sesuai rencana. Dengan sisa waktu sekitar 40 hari menuju akhir Tahun Anggaran 2025, ia meminta agar seluruh program di 17 kecamatan serta 232 desa dan kelurahan dapat dituntaskan dengan baik.
Evaluasi, menurutnya, perlu dilakukan hingga tingkat kecamatan untuk memastikan setiap kegiatan benar-benar terpantau. Ia meminta identifikasi menyeluruh terhadap hambatan maupun potensi keterlambatan pelaksanaan program. Selain kegiatan fisik, ia menekankan pentingnya evaluasi nonfisik karena turut memengaruhi kualitas pengelolaan pendidikan.
Melalui Rakor Bidang Pendidikan ini, pemerintah daerah berharap komitmen seluruh jajaran semakin kuat dalam menyelesaikan target pendidikan tahun 2025. Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk menyusun perencanaan program tahun 2026 yang lebih terarah, merata, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Kapuas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Suwarno Muriyat, menegaskan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat sinergi seluruh jajaran pendidikan. Ia menyebut tagline “Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar” sebagai cerminan tekad meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, generasi hebat lahir melalui proses pendidikan yang baik, baik pendidikan formal, kemasyarakatan, maupun pendidikan khusus.(iL)
Komentar