Daftar 74 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Agam

AdSense New

Daftar 74 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Agam

Sabtu, 29 November 2025
.


Agam, fajarsumbar.com – Duka mendalam kembali menyelimuti Kabupaten Agam setelah Posko Tanggap Darurat resmi merilis daftar 74 korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejak 19 November 2025. Data yang diperbarui, Sabtu pagi (29/11/2025) pukul 08.00 WIB ini memperlihatkan betapa luasnya kerusakan dan besarnya korban jiwa di berbagai kecamatan.


Wilayah Palembayan menjadi kawasan dengan korban terbanyak, diikuti Malalak, Tanjung Raya, Matur, hingga Palupuh. Rilis nama-nama korban ini semakin mempertegas betapa beratnya bencana hidrometeorologi yang menimpa masyarakat Agam minggu ini.


Di Kecamatan Malalak, 10 warga dinyatakan meninggal dunia. Azmal (50), Jasmawati (60), Herman (65), Yusmaniar (66), hingga korban termuda Gina (23). Sejumlah korban lansia juga ditemukan dalam kondisi memprihatinkan akibat longsor besar yang menimbun rumah-rumah warga.


Di Kecamatan Matur, satu korban bernama Rajibah (80) ditemukan setelah terseret material banjir. Sementara di Tanjung Raya tercatat dua korban: Safarudin dan Eminmar. Pada wilayah Palupuh, korban atas nama M. Daud (35) juga masuk dalam daftar.


Namun duka terbesar datang dari Kecamatan Palembayan, khususnya Jorong Koto Alam, Koto Panjang, Subarang Aia, hingga Kayu Pasak. Di daerah inilah bencana terparah terjadi, memporak-porandakan perkampungan dan membuat sejumlah warga terseret arus banjir bandang yang sangat kuat.


Sebanyak 27 korban dari Jorong Koto Alam teridentifikasi. Mereka berasal dari berbagai jorong seperti Sawah Laweh, Kayu Pasak, Pakan Kamis, Palo Banda, dan Kayu Baro. Nama-nama seperti Rika, Nawar, Monik, Aisya, Agusril, Kaider, hingga Widiya Ningsih menjadi saksi betapa besar kehilangan di nagari tersebut. Banyak dari para korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material lumpur dan kayu dari hulu sungai yang meluap.


Duka juga datang dari Jorong Kampung Tangah, dengan tujuh korban meninggal. Mereka antara lain Betrina, Romi, Tek Jun, Edi Ajo, Bustamam, hingga Leni. Tak jauh dari sana, Kampung Tangah TMR mencatat sembilan korban meninggal lagi, termasuk Memet, Ni Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celisbustamam, hingga Pak Pudin dan Sariati.


Sementara itu, di Jorong Subarang Aia, rilis resmi mencatat 17 korban meninggal. Nama-nama seperti Zahara, Iyen Toko, Sidem, Febi, Aleh, Mak Aguih, Azam, Wahyu, Bibik, serta Ramal menjadi bagian dari tragedi terbesar di wilayah tersebut. Banyak dari korban ditemukan setelah proses evakuasi panjang karena akses menuju lokasi terputus oleh longsor besar.


Dari seluruh data resmi tersebut, masih ada enam korban yang belum teridentifikasi, menunggu pencocokan lanjutan oleh pihak keluarga dan tim medis. Proses identifikasi diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama karena kondisi korban yang rusak akibat tertimbun material longsor.


Rilis nama 74 korban ini semakin menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Agam merupakan salah satu yang paling mematikan dalam 10 tahun terakhir. Longsor dan banjir bandang datang dalam skala besar, menyapu rumah, kendaraan, hingga sebagian badan jalan di 16 kecamatan. Ribuan warga kini mengungsi dan ratusan lainnya masih menunggu kabar keluarga yang belum ditemukan.


Pemerintah Kabupaten Agam mengimbau masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan posko tanggap darurat dalam proses identifikasi korban, distribusi bantuan, serta pemindahan pengungsian ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan dukungan tim SAR gabungan meski medan yang ditempuh sulit dan berbahaya.


Dengan dirilisnya daftar 74 korban meninggal ini, duka dan keprihatinan semakin terasa di tengah masyarakat Agam. Setiap nama mewakili kisah, keluarga, dan harapan yang hilang dalam bencana besar yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah kabupaten tersebut. Hingga kini, doa dan dukungan dari berbagai daerah terus mengalir untuk keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak.(Ab)