![]() |
| Kondisi ruas jalan di kawasan Jembatan Kembar, batas Kota Padang Panjang - Kabupaten Tanah Datar |
Padang Panjang, fajarsumbar.com - Upaya penanganan bencana banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar perbatasan Kota Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar terus dilakukan tanpa henti.
Hingga malam, petugas gabungan masih berjibaku di tengah hujan deras dan badai untuk melakukan pencarian korban serta membersihkan material longsor yang menutup akses jalan, Kamis (27/11).
Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang membuat proses pembersihan dan pencarian berlangsung sulit. Tanah yang labil, aliran air deras, serta tumpukan material berukuran besar memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati menghindari risiko longsor susulan.
Meski kondisi cuaca tidak bersahabat, upaya di lapangan tidak dihentikan. Sejak sore hingga malam, alat berat terus dikerahkan untuk mengangkut material longsor, membuka jalur yang tertutup, sekaligus mencari kemungkinan korban yang mungkin masih berada di sekitar lokasi kejadian.
Wakil Walikota Padang Panjang, Allex Saputra menegaskan, seluruh langkah darurat harus dilakukan secara maksimal. "Prioritas kita keselamatan warga, pencarian korban, dan pembersihan jalur agar akses kembali terbuka," katanya kepada wartawan.
Kepada tim gabungan yang bekerja tanpa henti, Allex menyampaikan apresiasi meski kondisi alam sangat tidak bersahabat.
Upaya penanganan ini melibatkan tim dari TNI–Polri, BPBD, Satpol PP Damkar, Dinas Perkim LH, Dinas PUPR, PMI, serta relawan.
Sejumlah pejabat, antara lain Dandim 0307/TD, Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang, unsur Forkopimda, DPRD, kepala OPD camat, dan lurah turun ke lapangan untuk memastikan koordinasi berjalan efektif. Melihat risiko yang masyarakat diimbau agar tidak mendekati areal bencana
Dampak kerusakan terbilang parah. Data awal sejumlah orang dilaporkan hilang kontak, termasuk beberapa warga yang diketahui sedang berteduh di warung sesaat sebelum lokasi tersapu banjir bandang. (syam)
Komentar