Jasa Raharja Gerakkan 70 Agen Keselamatan di Kota Padang, Tekan Laka dari Akar Permasalahan -->

AdSense New

Jasa Raharja Gerakkan 70 Agen Keselamatan di Kota Padang, Tekan Laka dari Akar Permasalahan

Kamis, 20 November 2025

.


Padang – Upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas di Kota Padang kembali mendapat dorongan kuat melalui program strategis yang digelar Jasa Raharja Sumatera Barat. Pada Rabu, 19 November 2025, lembaga tersebut membawa Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban ke Kecamatan Koto Tangah, salah satu wilayah dengan tingkat risiko kecelakaan tertinggi di kota ini.


Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian menuju HUT ke-65 PT Jasa Raharja, yang mengusung semangat untuk terus mengedukasi dan menginspirasi masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai budaya bersama, bukan sekadar slogan.


Jasa Raharja Sumatera Barat menempatkan Koto Tangah sebagai salah satu fokus intervensi karena wilayah ini termasuk dalam tiga kecamatan yang paling banyak menyumbang korban kecelakaan berdasarkan domisili. Melalui pendekatan berbasis data, program diarahkan agar tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan edukasi keselamatan secara mendalam.


Pada kegiatan tersebut, sebanyak 70 aparatur kecamatan dan desa resmi diberdayakan sebagai Agen Keselamatan Transportasi. Para agen ini akan menjalankan misi edukatif bagi masyarakat, menyusun program keselamatan yang lebih terstruktur, serta memastikan gerakan perubahan perilaku berlalu lintas dapat berjalan secara berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput.


Khusus pada kesempatan ini, sinergi lintas sektor terlihat sangat kuat. Hadir Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto; Kasatlantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata; Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan; bersama jajaran KBO, tim Jasa Raharja, serta tenaga medis dari RS Hermina—dr Sylvia Helmanda dan dr Annisa Ramadhita. Seluruh pihak tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga terlibat langsung dalam penyampaian materi dan pelatihan.


Materi yang diberikan mencakup edukasi disiplin berlalu lintas, strategi pencegahan kecelakaan, pentingnya kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor dan SWDKLLJ, hingga pengukuhan resmi para agen keselamatan. Tak hanya itu, peserta juga menerima pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan bantuan hidup dasar, sebuah keahlian yang sangat dibutuhkan di lapangan ketika kecelakaan terjadi.


Pendekatan pelatihan ganda ini—pencegahan dan respons cepat—dipandang sebagai langkah komprehensif untuk menurunkan jumlah korban kecelakaan di wilayah yang memiliki aktivitas mobilitas tinggi seperti Koto Tangah.


Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan bertahan lama.


“Kami berterima kasih kepada jajaran Polresta Padang, Pemerintah Kecamatan Koto Tangah, RS Hermina, dan semua aparatur yang terlibat. Pendekatan berbasis domisili korban membuat intervensi keselamatan lebih tepat sasaran serta memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Teguh.


Ia juga menegaskan bahwa pelatihan PPGD dan bantuan hidup dasar merupakan elemen penting dalam upaya penyelamatan nyawa. “Pencegahan harus seiring dengan kesiapsiagaan. Ketika aparatur memahami langkah pertolongan pertama, peluang menyelamatkan korban jauh lebih besar. Ini adalah kontribusi nyata bagi terwujudnya Sumatera Barat yang lebih selamat,” lanjutnya.


Program intensifikasi di Koto Tangah ini sekaligus menjadi bukti bahwa keselamatan jalan raya tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, kepolisian, tenaga medis, hingga aparatur desa sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Melalui pemberdayaan 70 Agen Keselamatan Transportasi, Jasa Raharja berharap perubahan perilaku berkendara dapat dimulai dari tingkat keluarga, lingkungan, dan komunitas.


Dengan langkah yang lebih terarah dan dukungan banyak pihak, Koto Tangah diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi lokal mampu menekan angka kecelakaan serta melahirkan budaya keselamatan yang berkelanjutan—dari Padang, untuk Sumatera Barat yang lebih aman.(*)