Kasus HIV/AIDS di Padang Meningkat, 192 Kasus Baru Tahun 2025

AdSense New

Kasus HIV/AIDS di Padang Meningkat, 192 Kasus Baru Tahun 2025

Kamis, 13 November 2025
Ilustrasi


Padang – Kasus HIV/AIDS di Kota Padang terus mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 192 kasus baru, sehingga total kasus kini mencapai 2.026, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.834 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, Dessy M. Siddik, membenarkan adanya kenaikan ini. Dari 192 kasus baru, 173 dialami oleh laki-laki, sedangkan 19 lainnya perempuan.

“Memang benar, tahun ini terdapat 192 kasus baru HIV/AIDS di Padang, dengan mayoritas penderitanya laki-laki,” ujar dr. Dessy saat ditemui di Gedung DPRD Kota Padang.

Menurutnya, tingginya kasus pada laki-laki terkait dengan perilaku seksual berisiko yang menyimpang dari norma sosial. “Hubungan sesama jenis menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kasus pada pria,” jelasnya.

Untuk menekan laju penularan, Dinas Kesehatan terus menggiatkan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta kampanye perilaku hidup sehat. Meski demikian, dr. Dessy mengakui, perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan.

Sosiolog Universitas Negeri Padang, Erianjoni, menambahkan, peningkatan kasus dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS. Gaya hidup berisiko, seperti seks bebas dan penggunaan narkoba suntik, juga memperparah kondisi.

“Kurangnya kepedulian sosial dan terbatasnya akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan membuat penanganan HIV/AIDS di Padang belum optimal,” ungkapnya.

Erianjoni menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas sosial, dan komunitas masyarakat. “Kolaborasi ini dibutuhkan agar kelompok berisiko tinggi maupun yang sudah terinfeksi dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peningkatan perilaku sesama jenis di kalangan remaja dan pelajar sebagai salah satu pemicu penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, peran tokoh adat dan agama sangat krusial dalam memperkuat nilai moral dan sosial.

“Fenomena perilaku menyimpang kini mulai merambah kalangan pelajar. Oleh karena itu, peran niniak mamak, cadiak pandai, dan ulama sangat penting untuk membentengi generasi muda,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong Pemerintah Kota Padang untuk mengaktifkan kembali peran Dubalang, yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban berbasis adat nagari. “Dubalang dapat mengawasi perilaku berisiko sejak dini. Pekerja dunia malam juga perlu lebih waspada karena termasuk kelompok yang rentan terpapar HIV/AIDS,” tambahnya.

Dengan terus meningkatnya kasus, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, memperluas edukasi, dan membangun kesadaran kolektif agar penyebaran HIV/AIDS di Kota Padang dapat ditekan.(des*)