![]() |
| . |
Kuala Kapuas – Makam salah satu putra daerah yang turut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan, Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, resmi dipindahkan dari TPU Kristen Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir, ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang di Palangka Raya. Pemindahan ini dilakukan oleh Komando Daerah TNI AU I Pangkalan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, yang hadir dalam prosesi pemindahan makam tersebut, menyampaikan penghargaan atas jasa besar almarhum dalam sejarah perjuangan Indonesia. “Beliau adalah penerjun pertama dalam Operasi Militer I di wilayah Kotawaringin, yang kini dikenal sebagai Pangkalan Bun,” ungkap Wiyatno, Minggu (9/11/2025).
Cornelius Willem lahir di Kuala Kapuas pada 5 November 1926. Ia wafat pada 14 Desember 1989 karena sakit dan sebelumnya dimakamkan di TPU Kristen Barimba. Semasa hidupnya, Cornelius dikenal sebagai salah satu pemuda Kalimantan yang terlibat dalam peristiwa penting Operasi Penerjunan Pertama Republik Indonesia di wilayah Kotawaringin.
Operasi yang berlangsung pada 17 Oktober 1947 itu melibatkan 13 pemuda Kalimantan, di antaranya Iskandar Durauf, M. Dachlan, Johannes Bitak, J. Darius, Achmad Kosasih, M. Bachrie, Ali Akbar, Mika Aminuddin, Imanuel Nuhan, dan Morawi. Dua ahli telegraf, Harry Hadisumantri dan F.M. Soejoto, turut mengisi operasi tersebut. Mereka diterjunkan menggunakan pesawat C-47 Skytrain/Dakota RI-002 yang saat itu dipiloti Robert “Bob” Earl Freeberg, seorang warga Amerika yang membantu Indonesia.
Meski pelatihan yang diberikan cukup singkat dan peralatan yang digunakan hanya parasut bekas peninggalan Belanda dan Jepang, para penerjun tetap menunjukkan tekad kuat untuk mempertahankan kemerdekaan. Mereka bertugas membuka dropping zone, membangun stasiun pemancar radio, dan membantu perjuangan rakyat Kalimantan dalam mengusir pasukan penjajah.
Bupati Wiyatno menyebut pemindahan makam ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Cornelius Willem. Menurutnya, keberanian dan pengorbanan almarhum adalah bagian penting dari sejarah perjuangan nasional, khususnya di bumi Kalimantan Tengah. “Pemindahan ini memastikan beliau mendapatkan tempat pemakaman yang sesuai dengan jasa dan perjuangannya bagi bangsa,” ujarnya.
Prosesi pemindahan berlangsung khidmat dengan pengawalan dari TNI AU, pemerintah daerah, serta keluarga besar almarhum. Pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap penghormatan ini dapat menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga semangat perjuangan dan cinta tanah air.(iL)
Komentar