Mengukus atau Merebus Telur, Ini Perbedaan dan Hasil Akhirnya -->

AdSense New

Mengukus atau Merebus Telur, Ini Perbedaan dan Hasil Akhirnya

Senin, 10 November 2025
Mana yang lebih bagus untuk telur, dikukus atau direbus? 




Jakarta Telur dikenal sebagai sumber protein praktis yang bisa diolah dalam berbagai cara. Selain mudah ditemukan, bahan ini juga serbaguna — bisa dijadikan lauk utama, campuran adonan kue, topping salad, hingga camilan cepat saji.

Dua metode paling populer untuk mengolah telur adalah merebus dan mengukus. Sekilas tampak sama, namun ternyata ada perbedaan penting dalam cara pemasakan dan hasil akhirnya.

Perbedaan Telur Rebus dan Telur Kukus

Telur rebus dimasak dengan cara merendam telur beserta cangkangnya di dalam air mendidih. Waktu perebusan biasanya menentukan tingkat kematangan, mulai dari setengah matang hingga benar-benar matang.

Sementara itu, telur kukus dimasak menggunakan uap panas dari air yang mendidih di bawahnya. Telur diletakkan di wadah atau rak kukus sehingga tidak langsung terkena air, dan proses pematangannya berlangsung lebih lambat serta merata.

Menurut Home Kitchen Talk, kedua metode sama-sama mudah dilakukan, namun terdapat perbedaan kecil dalam tekstur dan hasil akhir. Misalnya, telur kukus biasanya membutuhkan waktu 1–2 menit lebih lama dibanding telur rebus.
Selain itu, saat merebus telur, sebagian orang menambahkan cuka atau baking soda agar kulitnya lebih mudah dikupas — sedangkan dalam proses mengukus, bahan tambahan ini tidak diperlukan.

Mengapa Telur Kukus Dinilai Lebih Baik?

Meski keduanya sehat dan bergizi, sejumlah ahli kuliner menilai bahwa mengukus telur memiliki beberapa keunggulan dibandingkan merebus. Berdasarkan ulasan dari The Kitchen Pursuit, berikut beberapa alasannya:

Telur yang dikukus menghasilkan putih telur yang lebih empuk dan kuning telur yang lembut serta creamy. Tekstur ini cocok untuk menu salad atau hidangan bergaya oriental yang mengutamakan kelembutan.

Proses perebusan kadang sulit diprediksi — faktor seperti usia telur, jenis panci, atau suhu air bisa memengaruhi hasil. Sementara itu, uap panas pada proses mengukus cenderung stabil, sehingga tingkat kematangan telur menjadi lebih seragam.

Uap air menciptakan kelembapan di sekitar cangkang, membuat kulit telur kukus lebih mudah dikupas tanpa merusak putih telurnya. Hal ini berbeda dengan telur rebus, yang sering kali putih telurnya menempel pada kulit.

Banyak orang menilai telur kukus memiliki rasa yang lebih lembut dan tidak terlalu ‘sulfurik’ seperti telur rebus. Proses pemasakan dengan uap panas yang perlahan membantu menjaga cita rasa alami telur.

Baik direbus maupun dikukus, keduanya tetap menjadi sumber protein bergizi tinggi yang baik untuk tubuh. Namun, bagi Anda yang menginginkan tekstur lebih lembut, hasil matang merata, mudah dikupas, dan cita rasa yang lebih halus — telur kukus bisa menjadi pilihan yang lebih unggul.(BY)