Mifa 7 Jadi Armada Ride-Hailing Pertama dengan Sistem Swap Battery Skala Besar

AdSense New

Mifa 7 Jadi Armada Ride-Hailing Pertama dengan Sistem Swap Battery Skala Besar

Senin, 17 November 2025
Maxus Mifa 7


Jakarta – Sebanyak 100 unit MPV listrik Mifa 7 mulai beroperasi sebagai taksi online di China, menandai penggunaan pertama skala besar armada MPV dengan teknologi tukar baterai. Model listrik produksi Maxus ini mampu menempuh jarak hingga 527 km (berdasarkan standar CLTC) dan mendukung proses penggantian baterai hanya dalam waktu sekitar 90 detik, sehingga kendaraan tidak perlu lagi berhenti lama di SPKLU untuk mengisi daya.

Menurut laporan Car News China, Maxus menyebut bahwa teknologi ini memberikan tambahan waktu operasional lebih dari dua jam per kendaraan setiap harinya. Hal itu dimungkinkan karena proses pengisian daya konvensional yang biasanya memerlukan 45–60 menit kini dapat digantikan dengan sistem swap yang jauh lebih cepat.

Versi tukar baterai dari Mifa 7 ini dikembangkan khusus sebagai kendaraan angkutan komersial dengan konfigurasi tujuh kursi. MPV tersebut hadir dengan wheelbase sepanjang 2.975 mm dan desain bodi yang dioptimalkan untuk menciptakan ruang kabin luas.

Bagian interior menawarkan 32 ruang penyimpanan dan tujuh port USB untuk menunjang kenyamanan penumpang. Pintu geser besar di samping dan fitur bantuan berkendara turut disematkan untuk mendukung mobilitas perkotaan yang padat.

Dari sisi keselamatan, Mifa 7 mengantongi peringkat lima bintang dari Euro NCAP setelah melalui serangkaian uji tabrak, memastikan standar keamanan kendaraan telah memenuhi ketentuan ketat di pasar Eropa.

Untuk pasar armada, model Mifa 7 dengan sistem tukar baterai dijual di kisaran 180.000 yuan atau sekitar Rp423,7 juta. Berbeda dari varian plug-in hybrid, versi ini sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan memang ditargetkan untuk kebutuhan operasional, bukan penggunaan pribadi.

Bagi pengemudi taksi online, kehadiran teknologi swap battery dinilai menjadi solusi yang jauh lebih efisien dibandingkan pengisian daya biasa. Metode ini diklaim meningkatkan efektivitas operasional sekaligus berpotensi menambah pendapatan harian pengemudi.(BY)