Pencarian Berakhir Pilu, Pelajar Silayang Ditemukan Meninggal Tertimbun Longsor di Muara Mais, Pasaman Barat -->

AdSense New

Pencarian Berakhir Pilu, Pelajar Silayang Ditemukan Meninggal Tertimbun Longsor di Muara Mais, Pasaman Barat

Rabu, 26 November 2025
Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah Rocky Hidayah yang tertimbun longsor. (ist)


Pasaman Barat, fajarsumbar.com  – Upaya pencarian terhadap Rocky Hidayah, pelajar berusia 13 tahun asal Jorong Silayang, berakhir dengan duka mendalam setelah jasadnya ditemukan tertimbun longsor di kawasan Muara Mais, Nagari Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (26/11/2025) sore. Proses pencarian yang sejak awal berlangsung dalam kondisi serba terbatas ini akhirnya membuahkan hasil setelah alat berat berhasil menjangkau titik lokasi tertimbunnya korban.


Insiden naas tersebut terjadi pada Rabu siang, ketika hujan lebat tak henti mengguyur wilayah Batahan sejak pagi hari. Intensitas hujan yang tinggi membuat tebing tanah di sisi jalur Muara Mais labil dan mudah bergerak. Pada saat bersamaan, korban bersama dua temannya diketahui pergi ke arah hilir untuk melihat kondisi banjir yang sejak beberapa hari terakhir melanda beberapa titik. Ketiganya baru saja tiba tidak jauh dari aliran sungai ketika tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah atas tebing.


Material tanah campur bebatuan langsung meluncur deras ke bawah. Dua rekan korban berhasil berlari dan menyelamatkan diri meski dalam kondisi panik dan licin akibat hujan. Namun, Rocky tidak sempat menghindar dan tertimbun material longsor yang datang begitu cepat. Kedua temannya langsung kembali ke pemukiman untuk meminta pertolongan warga.


Tak berselang lama, puluhan warga setempat berbondong-bondong menuju lokasi longsor dengan membawa peralatan seadanya seperti cangkul, linggis, dan sekop. Mereka berusaha menggali tumpukan tanah basah itu meski hujan masih turun dan kondisi tebing terlihat rawan longsor susulan. Sejumlah warga bahkan memasang kayu sebagai penahan sementara untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.


Pencarian manual berlangsung hampir dua jam tanpa hasil. Lumpur yang terlalu tebal dan kondisi medan yang sempit membuat upaya penggalian semakin sulit. Situasi ini kemudian dilaporkan kepada pemerintah nagari dan kecamatan, hingga akhirnya diputuskan untuk mengerahkan alat berat ke lokasi. Namun mobilisasi alat berat membutuhkan waktu karena akses jalan licin dan beberapa ruas tertutup runtuhan material akibat longsor sebelumnya.


Sekitar sore hari, alat berat berhasil mencapai titik longsor. Penggalian dilakukan secara perlahan guna menghindari risiko tambahan, mengingat kemungkinan korban masih berada di posisi yang tidak stabil. Tak lama setelah penggalian dimulai, operator alat berat menemukan bagian tubuh korban. Petugas bersama warga kemudian melanjutkan proses evakuasi secara manual agar jenazah dapat diangkat dengan hati-hati.


Suasana haru tak terbendung ketika jenazah Rocky akhirnya dikeluarkan dari tumpukan tanah. Beberapa warga terlihat menangis dan saling menenangkan satu sama lain. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan medis sebelum dipulangkan ke rumah duka di Jorong Silayang. Orang tua korban yang sejak awal berada di lokasi pencarian tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan proses pemulangan jenazah anak mereka.


Pihak pemerintah nagari menyampaikan duka mendalam atas musibah ini. Mereka menegaskan bahwa wilayah Batahan, terutama kawasan perbukitan dekat aliran sungai, termasuk zona rentan bencana saat intensitas hujan tinggi. Struktur tanah yang mudah jenuh air dan kondisi beberapa tebing yang terjal membuat potensi longsor meningkat. Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan di Pasaman Barat memang tercatat cukup tinggi dan menyebabkan sejumlah titik rawan mengalami pergerakan tanah.


Camat Ranah Batahan, yang turun langsung ke lokasi bersama aparat nagari, menyebutkan bahwa upaya pencarian berjalan penuh tantangan karena kondisi medan sangat berbahaya. Ia mengapresiasi kesigapan warga yang sejak awal bergerak cepat membantu proses pencarian. Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat mengutamakan keselamatan karena longsor susulan bisa terjadi sewaktu-waktu.


Sementara itu, alat berat yang telah dikerahkan tetap disiagakan di sekitar lokasi hingga material longsor dibersihkan sepenuhnya dari jalur masyarakat. Selain untuk membuka kembali akses transportasi, langkah tersebut juga bertujuan memastikan tidak ada sisa material yang berpotensi runtuh kembali. Sejumlah titik tebing yang dianggap rawan juga mulai dipasangi tanda peringatan sementara oleh petugas.


Pemerintah nagari dan unsur kecamatan menyatakan akan terus memantau pergerakan tanah dan kondisi tebing selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Warga diminta membatasi aktivitas di sekitar area rawan serta segera melapor apabila melihat retakan baru atau mendengar suara gemuruh dari arah lereng bukit.


Kepala Jorong Silayang menyebut bahwa insiden yang menimpa Rocky menjadi peringatan keras bahwa kondisi cuaca tidak bisa dianggap remeh, terutama bagi anak-anak dan remaja yang sering keluar rumah untuk melihat kondisi banjir. “Mereka biasanya penasaran, ingin melihat langsung apa yang terjadi di hilir. Namun risiko sangat besar ketika hujan deras masih turun,” ujarnya.


Hingga Rabu malam, sebagian warga masih bertahan di sekitar rumah duka untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban. Suasana berkabung terlihat jelas, terutama bagi masyarakat yang mengenal Rocky sebagai anak yang aktif dan sering membantu orang tuanya. Pemerintah nagari juga memastikan akan memberikan pendampingan kepada keluarga, termasuk membantu proses pemakaman dan kebutuhan mendesak lainnya.


Musibah ini menambah panjang daftar kejadian longsor yang terjadi di Pasaman Barat dalam beberapa pekan terakhir. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan potensi hujan lebat masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari mendatang.(Ab)