![]() |
| PGRI Sijunjung juara |
Muaro Paneh; fajarsumbar.com – Adu gengsi, adu strategi dan adu mental terjadi di Lapangan Nagari Muaro Paneh, Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Dalam laga final yang penuh tensi pada Sabtu (23/11/2025), PGRI FC Sijunjung akhirnya keluar sebagai juara setelah menundukkan PGRI Solok A melalui drama adu penalti dengan skor 7-6.
Sebelumnya duel ini berakhir imbang 2-2 di waktu normal, membuat penentuan juara harus dilakukan dengan cara paling menegangkan dalam sepak bola adu finalti.
.
Atmosfer final begitu meriah. Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, tampak hadir bersama jajaran pengurus. Dari kubu PGRI Sijunjung, Ketua Syaiful Husein ikut mendampingi timnya. Bahkan Pengurus PGRI Sumbar, Dra. Ernela, M.Pd., turut menyaksikan laga yang disebutnya sebagai “final paling hidup dan paling sportif sepanjang penyelenggaraan.”
Sejak peluit dimulai, PGRI FC Sijunjung langsung tampil agresif. Motor serangan mereka, Sajid Mubaroq, S.Pd., yang menjadi top skor tim selama turnamen, beberapa kali mengacak-acak lini belakang Solok. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil saat Acsil Putra Pratama mencetak gol pembuka yang membawa Sijunjung unggul 1-0 hingga turun minum.
Namun babak kedua berubah menjadi panggung comeback bagi tuan rumah. Rian Rahmat Setiadi memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Sijunjung dan membuat kedudukan imbang 1-1.
Tak butuh lama, menit 59, Alfian Zalputra membawa Sijunjung kembali unggul lewat sepakan terukur yang membuat bangku cadangan PGRI FC bersorak. “Ini final yang luar biasa. Kedua tim tampil dengan penuh semangat dan sportif,” ujar Ernela, yang terlihat berdiri beberapa kali karena tegangnya jalannya pertandingan.
Keunggulan Sijunjung kembali buyar di menit 66. Melalui skema sepak pojok, Geri Abdi Arista menyundul bola dengan sempurna dan membuat skor kembali imbang 2-2. Setelah itu, kedua tim sama-sama mencoba mencetak gol penentu, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tidak berubah.
Laga pun memasuki adu penalti—momen yang menjadi penentu siapa yang benar-benar punya mental juara.
Adu Penalti 8 Penendang, Rony Hermansyah Jadi Pahlawan
Drama semakin menjadi-jadi. Penalti berjalan hingga delapan penendang. Stadion kecil di Muaro Paneh mendadak sunyi setiap kali para eksekutor melangkah. Pada tendangan terakhir, kiper PGRI FC Sijunjung, Rony Hermansyah, berhasil menepis bola penting dan memastikan kemenangan 7-6 untuk timnya.
Sorak sorai pecah, pemain dan ofisial berhamburan ke lapangan, sementara trofi PGRI Kabupaten Solok Cup resmi berpindah ke “Bumi Lansek Manih”.
Pelatih PGRI FC, Roni Pazlan—yang juga mantan pemain Persiju—mengaku bangga dengan mental dan kerja keras anak asuhnya.
“Kita ini guru, tapi kita juga bisa berprestasi di olahraga. Sepak bola mengajarkan kedisiplinan dan kebersamaan. Ini kebanggaan luar biasa,” ujarnya bersama staf pelatih Putra serta manajer Rahmad Hidayat dan Rahmat Okval.
Dari pihak lawan, Pelatih PGRI Solok, Angga Pradana, dan Manager Yusal Fitriko tak menampik kualitas permainan kedua tim. Mereka mengakui final ini menjadi salah satu yang tersengit. “Ada sedikit insiden di lapangan, tapi semuanya cair dengan sportifitas,” kata Ketua PGRI Solok, Yongkerman.
Ia memastikan turnamen ini akan menjadi agenda tahunan, bahkan rencananya tahun depan akan diikuti seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat.(Sh)
Komentar