![]() |
| Solidaritas dari Kota Tambang: Para Duta Wisata Sawahlunto menyapa pengendara untuk donasi bencana Sumbar. (foto/istimewa) |
Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
DI bawah teduh pepohonan rindang yang memayungi kawasan pusat kota tua Sawahlunto, sebuah pemandangan pada Sabtu, 30 November 2025 menarik perhatian, namun bukan karena gemerlapnya pariwisata yang biasa. Bukan parade atau riuh pertunjukan seni yang mendominasi, melainkan barisan pemuda-pemudi dengan selempang kebesaran dan senyum ramah yang penuh tekad: Ikatan Uda Uni Sawahlunto.
Mereka, yang biasanya berdiri sebagai garda terdepan dalam mempromosikan pesona sejarah dan Warisan Dunia UNESCO kota, hari itu beralih peran. Mereka adalah para duta kemanusiaan, membawa kotak-kotak donasi, dan menjemput harapan di tengah duka yang tengah menyelimuti Ranah Minang. Aksi heroik ini bertajuk "Uda Uni Peduli Bencana Sumbar," sebuah respons kemanusiaan yang cepat terhadap hantaman longsor dan banjir bandang yang merenggut banyak hal dari saudara-saudara mereka di beberapa wilayah Sumatera Barat.
Api Kepedulian dari Jantung Kota Tambang
Meskipun Sawahlunto—dikenal sebagai Kota Arang atau Kota Tambang—aman dari terjangan bencana, hati para Uda dan Uni tak bisa berdiam diri. Banjir yang membawa lumpur dan air bah telah menyisakan trauma mendalam, dan rasa persaudaraan Minangkabau memanggil.
Kehangatan Sawahlunto terasa begitu nyata pada hari itu. Di lokasi penggalangan, para Uda dan Uni tidak hanya berdiri pasif; mereka bergerak aktif. Uda Tito Adriangga dan Uni Athifa, memimpin barisan, mendekati pejalan kaki, menghampiri pengendara yang berhenti, hingga menyapa para wisatawan yang menikmati akhir pekan di kota tua.
Uda Tito membuka dengan salam dan menyatakan, "Kami dari Ikatan Uda Uni Kota Sawahlunto dalam hal ini melakukan aksi peduli kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah di beberapa titik di Provinsi Sumatera Barat."
Sementara Uni Athifa, menjelaskan bentuk aksi mereka, "Aksi kami yaitu mengumpulkan dana. Untuk itu, sebesar apapun dana yang teman-teman berikan, itu sangat berarti bagi keluarga kita di sana. Mari kita ulurkan tangan, mari kita berbagi harapan."
Setiap donasi yang diterima, seberapa kecil pun nominalnya, disambut dengan senyum dan ucapan terima kasih tulus. Uda Tito, yang berdiri di bawah terik matahari, menegaskan bahwa momen-momen kecil itulah inti dari kemanusiaan. "Ini bukan tentang seberapa besar nominal yang terkumpul, tapi tentang ikatan batin. Kami menyaksikan Sawahlunto bersatu. Setiap kepingan receh yang kami terima adalah bukti bahwa solidaritas itu hidup, tidak peduli seberapa jauh jarak Sawahlunto dengan lokasi bencana," tuturnya.
Pada penghujung hari yang panjang, kotak-kotak donasi yang terisi, menjadi bukti kolektifnya kepedulian warga Kota Arang. Namun, tugas Uda Uni tidak berhenti di sana. Mereka telah berjanji bahwa dana ini akan menjadi jembatan langsung ke tangan para korban.
Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, mereka juga membuka keran donasi non-tunai dan non-uang: Donasi Transfer: Melalui rekening Rek An Tito Adriangga, BNI 2002060917. Donasi Barang/Logistik: Seperti kebutuhan pokok, selimut, atau pakaian layak pakai, dengan menghubungi kontak (Konfirm WA 085158244520) agar tim dapat mengatur penjemputan.
Aksi Ikatan Uda Uni Sawahlunto ini adalah lebih dari sekadar penggalangan dana. Ini adalah sebuah pengingat bahwa di balik megahnya predikat Duta Pariwisata, ada hati yang penuh empati dan tanggung jawab sosial yang besar. Mereka telah membuktikan, bahwa meskipun berpredikat dari Kota Arang, semangat yang mereka bawa hari ini adalah api yang menyala, menghangatkan dan menerangi duka yang melanda Sumatera Barat. Mereka adalah cerminan bahwa peran Duta Wisata tidak hanya terbatas pada promosi budaya, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan. (*_*)
Komentar