![]() |
| Evakuasi korban banjir bandang di Malalak, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (27/11/2025). (Basarnas) |
Padang, fajarsumbar.com – Proses identifikasi korban bencana banjir bandang dan galodo yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025) terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar. Hingga Jumat (28/11/2025) malam, laporan resmi yang dihimpun dari berbagai posko DVI mencatat total 22 orang meninggal dunia, sementara 17 lainnya masih dinyatakan hilang. Sebanyak 20 korban telah berhasil diidentifikasi, sedangkan dua jenazah lainnya belum diketahui identitasnya.
DVI Polresta Padang melaporkan enam korban meninggal dunia, seluruhnya telah teridentifikasi. Selain itu, lima orang korban luka-luka masih menjalani perawatan di RSUD Padang. Dua jenazah, yakni Najwa Putri Andira berusia 2,5 bulan dan Mardalena, 65 tahun, langsung diambil pihak keluarga di lokasi bencana setelah teridentifikasi melalui data sekunder. Sementara itu, Posko DVI RS Bhayangkara Padang menerima delapan jenazah dan enam di antaranya telah teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari, yaitu Yerna Wilis, Selvi Marta Putri, Agung Purnomo, Reki Saputra, Robby Handaryo, dan Junimar.
Di Posko DVI RSUD dr. Rasyidin Padang, tiga jenazah berhasil diidentifikasi berdasarkan kecocokan data sekunder dari keluarga. Mereka adalah Roni Syaputra, Syamsul Kamaruddin, dan Aidil Putra yang seluruhnya berasal dari kawasan Lubuk Minturun dan Lumin Park yang menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dalam kejadian tersebut.
Dari wilayah Bukittinggi dan Agam, DVI Polres Bukittinggi melaporkan delapan korban meninggal dunia telah teridentifikasi melalui data sekunder. Para korban berasal dari Jorong Toboh, Malalak Timur, yang menjadi titik pusat hantaman banjir bandang.
Mereka adalah Azmal, Jasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, dan Diman. Selain itu, sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk anak-anak berusia 1 hingga 8 tahun. Nama-nama korban hilang tersebut adalah Salma, Mirzal, En, Qilla, Adnan, Adi, Yar, Mohammad Daud, dan Joni Candra. Upaya pencarian masih dilanjutkan oleh tim gabungan sepanjang malam dengan menyisir aliran sungai dan area yang dipenuhi material galodo.
Dari Kabupaten Padang Pariaman, DVI setempat mencatat tujuh korban meninggal dunia. Hingga laporan diterbitkan, mayoritas jenazah masih diproses identifikasinya, sementara satu orang korban bernama Evi Yulia Susanti, 52 tahun, warga Ganting Koto Buruk, dinyatakan hilang. Identifikasi terhadapnya dilakukan berdasarkan keterangan keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan.
Dari wilayah Pasaman Barat, satu korban meninggal dunia tercatat bernama Roki Hidayat, berusia 13 tahun, yang merupakan pelajar asal Jorong Silayang, Nagari Batahan Tengah. Jenazahnya berhasil diidentifikasi melalui data sekunder setelah ditemukan tertimbun material longsor.
Secara keseluruhan, jumlah korban meninggal mencapai 22 orang dengan komposisi sembilan perempuan dan sebelas laki-laki. Dua jenazah masih belum teridentifikasi, masing-masing seorang perempuan dan seorang anak laki-laki. Sementara itu, sepuluh orang masih belum ditemukan dan diduga terbawa arus deras banjir bandang. Lima orang korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan karena mengalami luka berat dan sedang dalam pengawasan ketat tim medis.
Polda Sumatera Barat menyampaikan rasa duka mendalam atas bencana alam yang menimpa masyarakat serta memastikan seluruh personel DVI, bersama BPBD, Basarnas, PMI, dan instansi terkait lainnya, terus melakukan upaya maksimal di lapangan. Proses identifikasi korban dilakukan menggunakan metode ilmiah, termasuk pemeriksaan sidik jari, rekam medis, dan data sekunder berupa keterangan keluarga maupun ciri-ciri khusus.
Laporan yang disampaikan secara resmi kepada Pusdokkes Polri tersebut juga menegaskan bahwa seluruh dokumentasi telah dilampirkan untuk melengkapi proses pendataan korban. Tim gabungan masih akan melanjutkan proses evakuasi dan pencarian pada Jumat pagi dengan fokus pada wilayah aliran sungai yang menjadi jalur utama material banjir bandang.(Ab)
Komentar