Banjir Bandang dan Galodo Sumbar, 168 Meninggal, 220 Warga Hilang Jumlah Terbanyak Terdapat di Agam

AdSense New

Banjir Bandang dan Galodo Sumbar, 168 Meninggal, 220 Warga Hilang Jumlah Terbanyak Terdapat di Agam

Senin, 01 Desember 2025
Banjir bandang menghantam Sumbar. Lokasi terparah terdapat di Palembayan, Kabuapten Agam. (Ist)


Padang, fajarsumbar.comSumatra Barat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD terus memperbarui data korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025. Hingga Hari ini tercatat 168 orang meninggal dunia dan 220 orang masih dinyatakan hilang.


Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari laporan resmi kabupaten dan kota terdampak. Pencatatan terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah korban meninggal dan hilang, terutama di Kota Padang Panjang.


“Perubahan paling mencolok terjadi di Padang Panjang. Sebelumnya, jumlah korban meninggal dilaporkan 7 orang dan tidak ada yang hilang. Kini, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 21 orang, sementara 32 orang masih hilang,” ujar Sekda Arry Yuswandi di Padang.


Dari 16 kabupaten/kota terdampak, hanya delapan daerah melaporkan tidak ada korban jiwa maupun orang hilang, sedangkan delapan lainnya mencatat adanya korban.


Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Hingga Senin,(1/12), korban meninggal sudah mencapai 120 orang dan 74 warga masih dinyatakan hilang. Lebih dari 600 warga setempat mengungsi, dengan jumlah kerugian mencapai puluhan miliar.


Saat ini, masih banyak warga yang menyampaikan informasi keluarganya hilang pasca bencana banjir bandang menghantam wilayah itu ke posko penanganan dampak bencana, termasuk menginformasikan melalui media sosial.


Lebih mengerikan lagi, Bupati Agam Beni Warlis menyebutkan ada lebih dari 300 warga di Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan yang diperkirakan masih tertimbun tumpahan lumpur akibat banjir bandang tersebut, khususnya di kawasan yang sebelumnya dikenal padat, yang saat ini rata dengan tanah berlumpur dan bebatuan.


Selain korban yang ditemukan dan hilang yang sudah terdata, masih ada 300-an warga Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan itu, yang diduga terbenam material banjir bandang, karena titik hantaman banjir bandang menghampar di 4 jorong masing-masing Jorong Koto Alam, Jorong Kampuang Tangah, Jorong Kampuang Timur, dan Jorong Subarang Aia, dengan jumlah korban terbanyak yang sementara ditemukan di Jorong Koto Alam. “Diperkirakan ada 300-an warga yang masih tertimbun,” ungkap Bupati Beni Warlis.


Rahmad Lasmono, Kalaksa BPBD Agam, menyebutkan, proses pencarian dan evakuasi korban menjadi prioritas termasuk proses distribusi logistic untuk warga terdampak bencana di seluruh titik terampak di kabupaten Agam.


Data sementara yang diperoleh media ini dari Kabupaten Agam, jumlah korban meninggal sudah mencapai 120 orang, masing-masing di Salareh Aia Utara, yakni sebanyak 97 orang, kemudian korban banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur sebanyak 12 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 8 orang, di Kecamatan Matur 1 orang, di Kecamatan Palupuah 1 orang dan di kecamatan Ampek Nagari 1 orang.


Jumlah korban yang dinyatakan hilang sebanyak 74 orang, masing-masing di Kecamatan Palembayan 63 orang, di Kecamatan Malalak 6 orang, di Kecamata Tanjung Raya 4 orang dan di Kecamatan Lubukbasung 1 orang, dengan total pengungsi sebanyak 6.300 orang yang tersebar di Kecamatan Palembayan,Ampek Nagari,Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Palupuah, Tanjung Raya, Matur, IV Koto, Banuhampu dan Baso.(Kaz)