![]() |
| Sekda Rudy Repenaldi Rilis pimpin rapat pembekalan Tim Verval Data Pascabencana Padang Pariaman di Kantor Pusdalops BPBD, Minggu 21 Desember 2025 (foto.doc.ikp) |
Padang Pariaman - Tak menunggu waktu lama setelah status tanggap darurat banjir dan longsor resmi berakhir, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman langsung bergerak cepat. Sehari berselang, Minggu (21/12/2025), tim verifikasi dan validasi (verval) data kerusakan diterjunkan ke lapangan demi satu tujuan. Memastikan tak satu pun korban terlewat dari bantuan dan pemulihan.
Langkah ini menjadi kunci penentuan arah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Data harus akurat, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena dari data itulah nasib ribuan keluarga akan ditentukan.
Sebelum menyusuri nagari demi nagari, puluhan petugas lebih dulu digembleng melalui pembekalan teknis di Kantor Pusdalops Penanggulangan Bencana Padang Pariaman.
Pembekalan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten, Rudi Repenaldy Rilis, didampingi jajaran kepala OPD strategis lintas sektor.
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya kejujuran, ketelitian, dan kerja profesional di lapangan.
“Kita harus melihat kondisi yang sebenarnya. Temui warga, dengarkan langsung, dan pastikan setiap data benar-benar valid,” tegas Rudi.
Ia menginstruksikan agar setiap temuan diverifikasi melalui dokumentasi foto dan titik koordinat, lalu diperbarui ke dalam Sistem Informasi Data Bencana yang dikelola Dinas Kominfo, sebagai basis tunggal pengambilan kebijakan.
Sementara itu, Kepala Dinas LHPKPP, Andri Satria Masri, mengungkapkan Tim Verval Tahap I berjumlah 32 personel yang dibagi ke dalam delapan kelompok. Mereka akan menyisir 77 nagari di 17 kecamatan terdampak.
Data sementara menunjukkan skala kerusakan yang tidak kecil. Sebanyak 8.386 rumah warga terdampak, dengan rincian 109 rumah hanyut, 187 rusak berat, 287 harus direlokasi, 205 rusak sedang dan 2.710 rusak ringan.
“Tugas tim berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Desember 2025,” jelas Andri.
Melalui verval ini, pemerintah daerah berharap memperoleh data riil dan bersih sebagai fondasi percepatan bantuan, sekaligus memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi benar-benar tepat sasaran.
Darurat memang telah usai. Namun perjuangan memulihkan Padang Pariaman baru saja dimulai Dan semuanya bermula dari data yang jujur.(r-saco).
Komentar