![]() |
| Banjir dan longsor di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat. |
Jakarta – Bencana banjir dan longsor yang melanda Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, berdampak serius terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. Kawasan yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan usaha masyarakat kini tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Musibah tersebut menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas umum, terhentinya aliran listrik, serta terputusnya sumber mata pencaharian penduduk. Di tengah keterbatasan proses pemulihan, kehadiran bantuan darurat dan dukungan logistik menjadi kebutuhan mendesak guna menekan dampak ekonomi yang semakin berat.
Ketua Umum APHI, Soewarso, menyampaikan bahwa bencana tersebut meninggalkan kerugian besar bagi warga setempat. Menurutnya, Desa Babo yang selama ini menjadi penggerak ekonomi lokal hampir kehilangan seluruh aktivitasnya akibat terjangan banjir dan longsor. Oleh karena itu, bantuan yang tepat sasaran sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat bangkit dari kondisi darurat. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Minggu (21/12/2025).
Senada dengan itu, anggota DPRD Aceh Tamiang, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa penanganan bencana memerlukan kerja sama berbagai pihak. Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan organisasi lainnya. Kolaborasi lintas sektor disebutnya sebagai wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Upaya bersama tersebut diwujudkan melalui Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI), yang melibatkan sejumlah asosiasi seperti APHI, APKI, APKINDO, ISWA, ASMINDO, ILWA, dan HIMKI. Melalui forum ini, bantuan disalurkan kepada warga Desa Babo berupa generator listrik berkapasitas 3.000 watt untuk kebutuhan listrik darurat, paket bahan pangan, selimut, karpet, serta perlengkapan khusus bagi perempuan.
Seluruh bantuan disiapkan berdasarkan koordinasi dengan pengurus daerah dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat pascabencana, terutama kelompok rentan. Sebelumnya, anggota APHI juga telah berkontribusi dengan menyalurkan paket sembako dan membantu proses penanganan bencana menggunakan alat berat.
Penyaluran bantuan di Desa Babo merupakan bagian dari Program Tanggap Bencana Sektor Kehutanan yang dijalankan secara bertahap di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh serta Sumatra Utara. Program ini difokuskan pada fase tanggap darurat dan pemulihan awal melalui penyediaan kebutuhan dasar, dukungan kelistrikan sementara, serta penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah.(BY)
Komentar