Hari Jadi ke-137 Sawahlunto: Wako Prioritaskan Solusi Defisit, Ketua DPRD Ajak Kuatkan Persatuan Badunsanak

AdSense New

Hari Jadi ke-137 Sawahlunto: Wako Prioritaskan Solusi Defisit, Ketua DPRD Ajak Kuatkan Persatuan Badunsanak

Senin, 01 Desember 2025

Foto bersama pimpinan daerah dan anggota DPRD Sawahlunto setelah Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-137 Kota Sawahlunto. (foto/aldevori)


​Sawahlunto, fajarsumbar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sawahlunto ke-137 yang jatuh pada Senin, 1 Desember 2025.


Acara yang berlangsung di Gedung DPRD ini menjadi forum bagi tiga pimpinan daerah—Wali Kota Riyanda Putra, Ketua DPRD Susi Haryati, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang diwakili oleh Sekretaris Dewan Provinsi Sumatera Barat Maifrizon—untuk menyampaikan refleksi, capaian pembangunan, dan tantangan strategis kota warisan dunia tersebut.


​Sorotan Ketua DPRD Susi Haryati: Perkuat Persatuan dan Semangat Badunsanak

​Dalam pidatonya, Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-137 ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan momentum penting untuk refleksi dan kontemplasi.


​Ia menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat rasa persatuan, persaudaraan, dan semangat badunsanak (kekeluargaan) guna memajukan Sawahlunto ke depan. Susi Haryati menekankan bahwa sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan bagi penduduk kota yang beragam.


Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan pidato saat Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-137 Sawahlunto. (foto/aldevori)


Pesan Wali Kota Riyanda Putra: Perjuangan DBH dan Ujian Fiskal Berat

​Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi "ujian yang cukup berat".


Wali Kota Riyanda Putra mengungkapkan bahwa Kota Sawahlunto mengalami pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp35 Miliar pada Perubahan APBD 2025. Ujian tersebut semakin berlanjut dengan proyeksi pengurangan drastis mencapai Rp93 Miliar untuk tahun anggaran 2026. Kondisi ini menyebabkan ruang gerak untuk percepatan pembangunan infrastruktur fisik menjadi sangat terbatas, memaksa Pemerintah Kota "mengencangkan ikat pinggang" dan menunda banyak rencana pembangunan.


Menghadapi defisit, Wali Kota menyatakan Pemkot Sawahlunto bergerak proaktif dengan membangun komunikasi intensif ke kementerian di tingkat pusat untuk menarik program strategis nasional.


​Secara khusus, Pemkot sedang memperjuangkan agar porsi Dana Bagi Hasil (DBH) Royalti Batubara dapat dinikmati kembali dengan porsi yang lebih besar, mengingat total kontribusi royalti yang masuk ke kas daerah tercatat Rp10,6 Miliar di tahun 2025.


​Wali Kota juga memaparkan capaian pembangunan selama hampir satu tahun pemerintahannya, antara lain:

​Perekonomian: Realisasi investasi tumbuh 80,80% (year-on-year) mencapai Rp230,850 Miliar pada triwulan 1 hingga triwulan 3 tahun 2025. Sukses menyelenggarakan berbagai event yang mencatat 95.450 pengunjung, meningkatkan pendapatan UMKM dan PAD.


​Kesehatan: Sawahlunto menempati peringkat pertama di Sumatera Barat untuk persentase masyarakat yang menerima pemeriksaan kesehatan gratis (54,6%). Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98,99% per November 2025.


​Pemerintahan Digital (Smart Governance): Diluncurkan aplikasi berbasis IT untuk pelayanan publik, seperti Aplikasi Salamaik Nan Sehat (monitoring kesehatan dan nutrisi), Aku Silaras (pemantauan kesehatan mandiri), Halo Sawahlunto (layanan pengaduan via WhatsApp), dan Sijitupasna (sistem digital pelaporan pasca bencana).


​Visi 2025-2030: Wali Kota menegaskan kembali visi kota "Sawahlunto Kota Wisata Yang Estetik, Futuristik, Hidup Dan Menghidupi".


Arahan Gubernur Mahyeldi: Waspada Bencana dan Dorongan Status UNESCO

​Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang pesannya dibacakan oleh perwakilannya (Sekretaris Dewan Provinsi Sumatera Barat Maifrizon, yang hadir menggantikan Gubernur), menyampaikan apresiasi atas transformasi Sawahlunto dari kota tambang menjadi kota pariwisata budaya kelas dunia.


Gubernur memberikan perhatian serius terhadap kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat akhir-akhir ini. Ia menginstruksikan pemerintah daerah di semua tingkatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan langkah mitigasi, termasuk menetapkan status Siaga Darurat, memperkuat koordinasi antarinstansi untuk evakuasi dan logistik, serta memperkuat mitigasi dasar di tingkat Nagari/Lurah.


Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung langkah strategis Sawahlunto melalui sinergi dan kolaborasi, fokus pada peningkatan konektivitas antar daerah (infrastruktur) serta sinkronisasi program di sektor pendidikan dan kesehatan, khususnya dalam upaya penurunan stunting.


Gubernur Mahyeldi mengharapkan Sawahlunto terus menatap ke depan sebagai kota sejarah kelas dunia, memanfaatkan status UNESCO sebagai motor penggerak pariwisata budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif, yang pada akhirnya akan membawa Sawahlunto menjadi destinasi unggulan Sumatera Barat dan Indonesia. (ton)