![]() |
| . |
Padang, fajarsumbar.com – Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, langsung tancap gas begitu pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (1/12). Tanpa jeda, ia langsung memimpin rapat bersama para direktur utama dan pimpinan BUMN untuk membahas percepatan bantuan bagi korban banjir besar yang melanda Sumatera.
Rapat tersebut difokuskan pada pemetaan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana, evaluasi bantuan yang sudah disalurkan, serta strategi penambahan bantuan tahap berikutnya. “Kita harus bergerak cepat untuk membantu rakyat,” tegas Dony Oskaria dalam pertemuan tersebut.
Anggota DPR RI, Andre Rosiade, turut hadir mendampingi jalannya rapat. Keduanya juga bersiap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan meninjau langsung lokasi banjir di Kota Padang sore ini.
Sejumlah BUMN telah bergerak sejak awal bencana terjadi. Bantuan berupa sembako, peralatan tanggap darurat, hingga alat berat untuk membuka akses jalan dan pembersihan material longsor sudah dikerahkan sejak beberapa hari sebelumnya. PT Semen Padang bahkan menurunkan tim khusus untuk membantu evakuasi korban di sejumlah titik rawan.
Banjir besar yang terjadi secara bersamaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebut sebagai salah satu bencana paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan ribu warga terdampak, dan kerusakan parah terjadi di berbagai daerah. Di tengah kian meluasnya bencana, suara publik dari seluruh Indonesia semakin keras mendesak aparat untuk mengusut tuntas dugaan praktik pembalakan liar yang dianggap memperparah dampak banjir. Mereka yang “membantai” hutan dianggap ikut bertanggung jawab atas derita rakyat.
Rapat koordinasi yang diikuti puluhan pejabat BUMN itu menghasilkan sejumlah langkah konkret yang segera dieksekusi, baik terkait pengiriman logistik tambahan maupun pengerahan alat berat di lokasi yang masih terisolasi.
Dony Oskaria dan Andre Rosiade bersama para pimpinan BUMN kini menunggu kedatangan Presiden Prabowo untuk melakukan peninjauan langsung dan memastikan seluruh unsur pemerintah bergerak terpadu.
Saat ini Sumatera masih berada dalam masa tanggap darurat. Setelah masa ini berakhir, proses pemulihan atau recovery akan dilakukan, mulai dari bantuan untuk warga yang kehilangan tempat tinggal, perbaikan bangunan rusak berat, hingga kemungkinan relokasi. Pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur dan sarana umum yang rusak.
Bencana ini menjadi pengingat kuat bahwa penanganan darurat dan mitigasi jangka panjang harus berjalan beriringan, agar warga yang menjadi korban dapat kembali bangkit secepat mungkin. (*)
Komentar