Pengamat, Skuad Diaspora Buat Garuda Muda Makin Siap Rebut Emas di Thailand -->

AdSense New

Pengamat, Skuad Diaspora Buat Garuda Muda Makin Siap Rebut Emas di Thailand

Kamis, 04 Desember 2025
Timnas Indonesia U-22 siap hadapi SEA Games 2025



Jakarta – Timnas Indonesia U-22 disebut memiliki kans besar untuk kembali mengamankan medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai kualitas skuad muda Indonesia di bawah komando Indra Sjafri, ditambah hadirnya para pemain diaspora, menjadi modal kuat untuk mempertahankan gelar.

Sebagai juara bertahan, Garuda Muda berada di Grup C bersama Myanmar dan Filipina. Meski pemerintah hanya menargetkan raihan medali perak, Kesit menilai Kadek Arel dan rekan-rekannya tetap layak dijagokan untuk mengulang pencapaian edisi sebelumnya.

1. Pemain Diaspora Jadi Suntikan Kekuatan Baru

Kesit menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia U-22 mampu kembali membawa pulang emas. Ia menyoroti kedalaman dan kualitas skuad yang dinilai lebih baik dibanding edisi terakhir.

“Peluang mempertahankan medali emas masih sangat besar. Indonesia tetap menjadi tim yang diperhitungkan, apalagi setelah sukses pada SEA Games sebelumnya,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Pada edisi 2025 ini, Indonesia U-22 diperkuat tiga pemain diaspora: Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx, yang disebut memberikan tambahan kualitas signifikan.

“Saat ini komposisi pemain semakin tangguh dengan hadirnya para pemain diaspora,” lanjutnya.

2. Lini Belakang Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Meski optimis, Kesit turut mengingatkan bahwa ada sektor yang membutuhkan perhatian khusus. Evaluasi itu muncul setelah dua laga uji coba melawan Mali U-22 yang memperlihatkan adanya celah di pertahanan.

“Pertahanan masih harus diperbaiki karena masih mudah ditembus. Selain itu, para pemain juga perlu bermain lebih tenang,” kata Kesit.

Indonesia U-22 dijadwalkan memulai perjalanan di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai. Laga pembuka menghadapi Filipina akan berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, sebelum berjumpa Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025.(BY)