Tidak Ada Penimbunan Bantuan! Dinsos P3A Padang Pariaman Bongkar Fakta Sebenarnya -->

AdSense New

Tidak Ada Penimbunan Bantuan! Dinsos P3A Padang Pariaman Bongkar Fakta Sebenarnya

Selasa, 09 Desember 2025
Penerimaan pengiriman bantuan kepada warga terdampak (foto.dok.ikp) 


Padang Pariaman - Isu dugaan penimbunan sembako bantuan banjir dan longsor di Pendopo Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman memicu sorotan warganet di media sosial. Sehingga memunculkan spekulasi liar, bahwa bantuan bertumpuk, yang belum disalurkan sepenuhnya kepada warga terdampak. 


Namun, dugaan tersebut dibantah tegas oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Dinsos P3A) Padang Pariaman, Siska Prima Dona, Senin (8/12/2025).


Ia memastikan bahwa tidak ada praktik penumpukan, dan seluruh bantuan yang masuk telah diproses melalui pendataan, verifikasi, hingga distribusi yang terjadwal. Juga, keberadaan sejumlah bantuan disana merupakan bagian dari proses penyimpanan sementara (buffer stock), sebelum didistribusikan ke kecamatan terdampak banjir dan longsor.


“Benar ada bantuan yang ditempatkan sementara disitu. Namun itu bukan penimbunan, melainkan titik transit untuk mempercepat distribusi ke lapangan. Semua bantuan tercatat, didata, dan terkontrol dengan baik," ucapnya. 


Ia jelaskan bahwa setiap bantuan tercatat lengkap. Jenisnya, jumlahnya, hingga lokasi tujuannya. Tidak ada bantuan yang dibiarkan menumpuk,” tegas Siska.


Menurutnya, distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan lapangan, bukan karena kelalaian. Prinsip kerja yang digunakan adalah transparansi, akuntabilitas, dan memastikan bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.


Siska menyebutkan bahwa penggunaan Pendopo sebagai pusat logistik, justru dipilih untuk mempercepat penyaluran. Lokasinya mudah dijangkau, terkoordinasi dalam satu pintu, dan memudahkan para donatur mengirimkan bantuan.


“Pendopo memiliki ruangan yang aman dan layak. Itu penting untuk menjaga kualitas bantuan sebelum dikirim ke lokasi bencana,” ujarnya.


Sistem administrasi yang diterapkan Pemkab, lanjutnya, ketat dan terdokumentasi agar tidak ada satu pun bantuan yang keluar tanpa catatan. Kesemuanya terdata secara adminstrasi, transparasi secara jelas, dan tidak ada satu pun yang terlewat.


Menurutnya, dalam kondisi darurat seperti saat ini, Dinsos P3A membutuhkan beberapa titik logistik agar penyaluran bantuan lebih cepat dan tidak terpusat pada satu gudang utama.


“Setiap bantuan yang masuk dicatat sesuai sumber, jumlah, dan tujuan distribusinya. Tidak ada satu pun yang disimpan untuk kepentingan pribadi. Semuanya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah dan terus disalurkan ke seluruh wilayah terdampak, termasuk daerah-daerah yang akses jalannya masih terputus akibat jembatan rusak dan longsor.


Oleh sebab itu, pihak Dinsos P3A Padang Pariaman juga meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.


“Dalam situasi darurat, yang terpenting adalah memastikan bantuan cepat sampai kepada warga yang membutuhkan. Tim di lapangan bekerja siang malam untuk itu. Karena itu, mari bersama menjaga agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi hoaks,” tutup Siska.


Pemkab Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan ketidaksesuaian penyaluran bantuan atau membutuhkan penjelasan terkait prosedur distribusi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. 


"Pemerintah menegaskan komitmen menjaga kepercayaan publik, keterbukaan informasi, dan ketepatan distribusi dalam masa darurat bencana ini," tutupnya.(r-saco).