Parik Malintang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman memperingati Hari Jadi ke-193 dengan cara yang berbeda. Tanpa kemeriahan, tanpa hiburan, dan tanpa pesta. Tahun ini, pemerintah daerah memilih kesederhanaan dan keheningan sebagai bentuk empati mendalam terhadap masyarakat yang masih bergulat dengan dampak banjir di sejumlah wilayah.
Peringatan hari bersejarah berdirinya Kabupaten Padang Pariaman ini berpuncak pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD, yang dijadwalkan berlangsung 11 Januari 2026 di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parik Malintang. Agenda tersebut menjadi satu-satunya seremoni resmi pemerintahan, sekaligus ruang refleksi kolektif atas perjalanan daerah yang hampir dua abad berdiri.
Di hari puncak peringatan, Pemkab Padang Pariaman juga menghadirkan aksi nyata untuk masyarakat. Bakti sosial donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pameran produk UMKM lokal digelar di halaman Kantor Bupati. Tak hanya itu, bantuan khusus turut disalurkan kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana, sebagai upaya memulihkan denyut ekonomi rakyat.
Rangkaian kepedulian ini telah dimulai jauh sebelum hari puncak. Pada Sabtu, 2 Januari 2026, jajaran Pemkab Padang Pariaman melaksanakan bakti sosial dan gotong royong di SDN 17 Batang Anai, salah satu sekolah yang terdampak banjir. Aksi tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah luka masyarakat, khususnya dunia pendidikan.
Semangat kebersamaan berlanjut pada Rabu, 7 Januari 2026, melalui gotong royong massal di kawasan IKK Parik Malintang yang melibatkan seluruh perangkat daerah. Tanpa atribut seremoni, para ASN turun langsung sebagai wujud tekad membangun kembali daerah pascabencana.
Dimensi spiritual juga menjadi penopang utama peringatan tahun ini. Pada Jumat, 9 Januari 2026, Pemkab Padang Pariaman menggelar tabligh akbar dan istighosah bersama di Masjid Raya IKK Parik Malintang. Doa dipanjatkan agar musibah segera berlalu, masyarakat diberi keselamatan, dan Padang Pariaman bangkit dengan kekuatan baru.
Sekdakab Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, didampingi Ketua Panitia Zahirman, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahun ini sengaja dirancang tanpa euforia.
“Kami tidak menggelar hiburan ataupun pesta. Peringatan Hari Jadi tahun ini adalah ruang empati, refleksi, dan penguatan kebersamaan. Ini saatnya Padang Pariaman saling menguatkan dan bangkit bersama,” tegasnya saat gotong royong di kompleks Kantor Bupati, Rabu (7/1/2026).
Hari Jadi ke-193 Kabupaten Padang Pariaman mengusung tema “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh.” Tema ini menjadi cermin tekad kolektif pemerintah dan masyarakat untuk tidak larut dalam duka, melainkan bergerak cepat memulihkan keadaan melalui langkah nyata, gotong royong, dan kerja berkelanjutan.
Makna “Bangkit Lebih Cepat” menegaskan sikap responsif menghadapi krisis. Mempercepat pemulihan, membenahi pelayanan publik, serta menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Sementara “Padang Pariaman Tangguh” menggambarkan cita-cita membangun daerah yang kuat, adaptif, dan siap menghadapi risiko, terutama bencana alam di masa depan.
Di usia 193 tahun, Padang Pariaman tidak merayakan dengan sorak-sorai. Daerah ini memilih diam, berdoa, dan bekerja. Menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum kebangkitan, bukan perayaan semata.(rsaco).
Komentar