Sawahlunto, fajarsumbar.com - Dunia olahraga Kota Sawahlunto kembali mendapat angin segar menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Datuak Khalifah Membumi, talenta muda yang kini tengah menempa karier di kancah nasional bersama klub Liga 4 PS Hizbul Wathon (PSHW) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), secara terbuka menyatakan komitmen dan kesiapannya untuk kembali mengenakan seragam kebanggaan kota kelahirannya.
Pemuda kelahiran Silungkang, 19 Mei 2006 ini, menegaskan bahwa kerinduannya untuk berkontribusi bagi tanah kelahiran tetap menjadi prioritas utama di tengah kesibukannya mengejar prestasi dan pendidikan di tanah Jawa.
Langkah Datuak untuk membela Sawahlunto bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan sebuah misi kepulangan yang sarat dengan ambisi prestasi. Dalam pernyataannya via sambungan telepon pada Kamis (29/1/2026), ia mengungkapkan niat tulusnya tersebut dengan tetap mengedepankan profesionalitas terhadap pihak-pihak yang menaunginya saat ini.
“Insya Allah, saya siap membela Kota Sawahlunto jika diizinkan oleh manajemen Klub Liga 4 PSHW UMY, pihak Rektor UMY, serta sesuai regulasi yang ditetapkan Asprov PSSI Sumatera Barat,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut dengan penuh optimisme.
Menariknya, kehadiran Datuak di Porprov 2026 nanti akan menjadi momen unik dalam sejarah karier olahraganya. Jika sebelumnya pada Porprov 2018 ia berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Kota Sawahlunto melalui cabang olahraga senam artistik, kali ini ia berambisi memberikan sumbangsih melalui kemampuannya mengolah si kulit bundar.
Perubahan disiplin dari senam ke sepak bola ini mempertegas statusnya sebagai atlet multitalenta yang langka. Kemampuannya beradaptasi dari kelenturan di atas matras menjadi ketajaman di sisi sayap lapangan hijau adalah bukti dedikasi luar biasa yang ia rintis sejak masa kanak-kanak.
Perjalanan karier sepak bola Datuak sendiri bukanlah hasil instan, melainkan tempaan panjang yang dimulai dari lapangan-lapangan lokal di Sawahlunto. Mengawali langkah di SSB Pormas dan PSKS Sawahlunto, ia telah menunjukkan taji sejak dini dengan membawa timnya menjuarai Danone Nations Cup Regional Sumatera Barat hingga menembus peringkat lima nasional di Jakarta.
Bakatnya yang mencolok di posisi sayap kiri maupun kanan membawanya berkelana ke berbagai klub bergengsi di Sumatera Barat, mulai dari PSP Padang, Semen Padang U-15, hingga mengasah ketajaman di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) FA Sumbar.
Kini, di usianya yang menginjak 20 tahun, Datuak tidak hanya fokus pada urusan fisik di lapangan, tetapi juga membekali diri dengan pendidikan formal yang mumpuni. Melalui jalur beasiswa atlet di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, sebuah langkah strategis untuk masa depannya pasca-karier atlet.
Keberhasilannya menyeimbangkan antara kerasnya kompetisi Liga 4 dan tuntutan akademis menjadikannya sosok inspiratif bagi pemuda Sawahlunto lainnya. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fasilitas di daerah kecil bukan penghalang bagi seorang pemuda untuk bersinar di tingkat nasional.
Kehadiran Datuak Khalifah Membumi di Porprov XVI Sumatera Barat kelak diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan prestasi sepak bola Sawahlunto. Dengan segudang pengalaman mulai dari kompetisi usia muda internasional hingga seleksi nasional Elite Pro Academy bersama PSBS Biak, Datuak membawa mentalitas juara yang sangat dibutuhkan tim daerah.
Kepulangannya adalah pesan kuat bahwa sejauh apa pun seorang atlet melangkah, akar budaya dan kebanggaan akan tanah kelahiran tetap menjadi rumah terbaik untuk mempersembahkan prestasi tertinggi bagi masyarakat Kota Arang. (ton)
Komentar