BPBD Solok Fokus Penanganan Pascabanjir -->

AdSense New

BPBD Solok Fokus Penanganan Pascabanjir

Jumat, 09 Januari 2026
BPBD Kabupaten Solok terus memprioritaskan penanganan pascabanjir


Solok – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok terus memprioritaskan penanganan pascabanjir yang melanda beberapa wilayah sejak 27 November 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Solok, Indra Muchsis, menyampaikan bahwa meskipun bencana telah terjadi satu setengah bulan lalu, upaya pemulihan dan pencegahan bencana susulan masih intens dilakukan.

“Saat ini kami tengah menyiapkan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Dalam waktu dekat, warga yang rumahnya terdampak atau hanyut akibat banjir akan menerima bantuan ini,” ujar Indra dalam wawancara dengan infosumbar.net, Kamis (8/1/2026).

Selain distribusi DTH, BPBD Kabupaten Solok juga menekankan normalisasi aliran sungai. Langkah ini sejalan dengan peringatan BMKG yang menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Barat masih berpotensi diguyur hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.

“Beberapa daerah aliran sungai, termasuk di Nagari Saniangbaka yang terdampak parah, kami keruk kembali. Normalisasi ini penting agar aliran sungai yang dangkal dapat kembali berfungsi normal,” jelasnya.

Indra mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran sungai, untuk tetap waspada dan tidak tergesa-gesa kembali ke rumah di zona rawan.

“Aliran sungai pascabanjir belum sepenuhnya stabil dan berpotensi menimbulkan banjir susulan. Kami meminta warga tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas,” tambahnya.

Seluruh personel BPBD Kabupaten Solok pun siaga 24 jam, siap menghadapi kemungkinan bencana lanjutan seperti banjir dan longsor. “Personel kami dibagi dalam beberapa shift, dan daerah rawan terus dipantau secara intensif,” imbuh Indra.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan bersama masyarakat. Upaya ini terbukti efektif, karena meski terjadi beberapa insiden saat kondisi rawan, tidak ada korban jiwa dalam bencana yang melanda.

“Alhamdulillah, berkat mitigasi dan sosialisasi yang kami lakukan bersama masyarakat, warga memahami langkah-langkah penyelamatan. Faktor inilah yang membuat tidak ada korban jiwa,” tutupnya.(des*)