Jakarta– Cuaca ekstrem melanda perairan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, khususnya di kawasan Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu.
Angin kencang mencapai kecepatan 35 knot disertai gelombang setinggi dua meter membuat kapal tanker MT Abigail W terlempar hingga kandas di perairan dangkal, mendekati bibir pantai.
Insiden terjadi saat kapal berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Terminal Khusus Pertamina Patra Niaga Tuban. Kondisi cuaca buruk membatasi manuver kapal hingga akhirnya kandas sekitar 600 meter dari pantai.
Kapal berbahan baja dengan tonase 1.738 ton ini dikendalikan oleh nakhoda Muhammad Harun Sinaga bersama 15 kru. Saat kejadian, kapal dalam keadaan kosong tanpa muatan. Beruntung, seluruh awak kapal selamat dan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material.
“Kapal Motor Tanker Abigail berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Terminal Pertamina Patra Niaga dalam kondisi kosong. Kemarin kapal terkena ombak setinggi dua meter sehingga manuver terbatas, akhirnya kandas di Pantai Panduri.
Seluruh kru termasuk nakhoda dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Koordinator KSOP Wilker Jenu, Boby Mulya Kusuma, Jumat (23/1/2025).
Proses evakuasi akan dilakukan menggunakan dua kapal tunda dengan tenaga mesin masing-masing 4.000 HP. Namun, pelaksanaan evakuasi akan menyesuaikan kondisi cuaca, yang diperkirakan masih disertai gelombang tinggi hingga beberapa hari ke depan.
KSOP mengimbau seluruh aktivitas pelayaran di perairan Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca buruk yang masih berlangsung berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
“Proses evakuasi akan kami lakukan secepat mungkin, namun karena gelombang diperkirakan masih tinggi hingga 25 Januari, pelaksanaan akan disesuaikan dengan kondisi tersebut,” tambah Boby.(des*)
Komentar