Ekko Espito ke Kursi Strategis Sekwan DPRD Agam, Anak Tiku ke Penjaga Denyut Demokrasi -->

AdSense New

Ekko Espito ke Kursi Strategis Sekwan DPRD Agam, Anak Tiku ke Penjaga Denyut Demokrasi

Sabtu, 03 Januari 2026
Ekko Espito, Sekretaris DPRD Agam yang baru (kanan) didampingi isteri, Wabup Agam, Muhammad Iqbal (tengah) dan kedua orangtuanya (kiri), usai pelantikan 5 JPT Pratama di Masjid Nurul Falah, Lubuak Basuang, Jum'at, 2 Januari 2025 (foto.do.ase) 


Tiku - Pelantikan itu bukan sekadar seremoni birokrasi. Di Masjid Nurul, Lubuak Basuang, Jumat (2/1/2026), satu nama mencuri perhatian. Ekko Espito, S.STP, MA. Putra Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Agam.


Ia merupakan pejabat termuda dari 5 Pejabat menduduki JPT Pratama yang dilantik oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Sebuah jabatan strategis yang menuntut ketangguhan mental, kecerdasan administratif, dan kepekaan politik tingkat tinggi pada tingkat lokal. 


Bagi Ekko, kursi Sekwan bukanlah puncak, melainkan titik pengabdian baru. Lahir di Padang, 7 Agustus 1985, ia tumbuh dari keluarga birokrat yang sarat nilai pengabdian. Ayahnya, Drs. Alti Sokla Espito, dikenal sebagai aparatur yang pernah mengabdi di Padang Pariaman, Padang Panjang, hingga Kota Pariaman. Darah pengabdian itu kini mengalir deras dalam diri anak ketiganya dari lima bersaudara. 


Alumni STPDN 2009 dan Pascasarjana UGM 2011 ini bukan pejabat instan. Kariernya ditempa dari bawah di Kabupaten Solok Selatan, dari lorong-lorong administrasi hingga medan lapangan pemerintahan.


Delapan jabatan pernah ia lewati dari Kasubag Kerja Sama Antar Daerah & Kelembagaan Bagian Pemerintahan Umum, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Solok Selatan, hingga sederet posisi strategis lain yang mengasah insting kepemimpinannya.


Lantas, Pemerintah Kabupaten Agam pun melihat sesuatu yang lebih dari sekadar riwayat jabatan. Ekko dipercaya memimpin wilayah sebagai Camat IV Koto, lalu Plt Camat Banuhampu, Camat Ampek Angkek, hingga Kabag Tata Pemerintahan. Setiap posisi adalah ujian, setiap mutasi adalah pembuktian.


Di balik kemeja dinas dan jabatan struktural, Ekko menyimpan falsafah kerja yang sederhana namun dalam.


“Jangan hanya fokus pada hasil akhir (uang), tapi pada proses memberikan yang terbaik. Hasil dan rezeki akan datang mengikuti, dalam berbagai bentuk,” ujarnya, usai pelantikan yang dihubungi awak media fajarsumbar.com.


Kini, tantangan sesungguhnya dimulai. Sebagai Sekretaris DPRD, Ekko berdiri di persimpangan kepentingan. Antara pimpinan dewan, anggota legislatif, dan suara masyarakat Agam.


Ia dituntut menjadi mesin administrasi yang presisi, sekaligus jembatan komunikasi yang elegan di tengah dinamika politik lokal.


Mampukah Ekko Espito menjaga ritme lembaga legislatif, memastikan setiap kebijakan lahir dari proses yang tertib, transparan, dan berpihak pada rakyat?


Jawabannya belum tertulis.Namun satu hal pasti, dari Tiku hingga jantung DPRD Agam, perjalanan Ekko Espito adalah kisah tentang proses, kesetiaan pada pengabdian, dan keyakinan bahwa kerja tulus tak pernah berkhianat. Waktu, dan sejarah yang akan menjadi saksi.(saco).