Evakuasi Heroik Praja IPDN di Aceh Tamiang Terekam Viral -->

AdSense New

Evakuasi Heroik Praja IPDN di Aceh Tamiang Terekam Viral

Senin, 05 Januari 2026
Praja IPDN menyemalatkan warga yang ditemukan tergeletak di lumpur


Jakarta – Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menunjukkan kepedulian kemanusiaan saat mengevakuasi seorang warga yang ditemukan tergeletak lemas di lumpur, Minggu (4/1/2026) pagi, di Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi ini terjadi ketika para Praja sedang mempersiapkan lokasi kerja di halaman belakang Kantor Kesbangpol setempat untuk membantu pemulihan pascabencana.

Video detik-detik penyelamatan yang kemudian viral dibagikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melalui akun Instagram resminya @bimaaryasugiarto. Dalam video tersebut terlihat Praja IPDN bergerak cepat menolong warga yang tampak lemah dan tidak berdaya.

Segera setelah situasi darurat terdeteksi, tim Praja berkoordinasi dengan tim medis IPDN untuk mengevakuasi korban tanpa menunda waktu. Korban kemudian dibawa ke RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendapatkan perawatan intensif, dan rumah sakit memastikan kondisinya kini stabil.

Informasi yang dihimpun menyebutkan korban merupakan warga Kampung Dalam. Selama tiga hari terakhir, keluarga sempat mencarinya sebelum akhirnya ditemukan oleh para Praja IPDN. “Berdasarkan keterangan keluarga, korban kelelahan akibat aktivitas malam sebelumnya dan kondisi penyakit bawaan. Alhamdulillah ditemukan oleh Praja sekitar pukul 09.00 pagi dan kini telah kembali ke rumah dalam kondisi baik,” tulis Wakil Mendagri dalam akun Instagramnya, dikutip Senin (5/1/2026).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengerahkan Praja IPDN ke Aceh Tamiang untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Sebanyak 1.138 Praja ditugaskan ke wilayah ini, terbagi dalam beberapa kloter: 413 orang pada kloter pertama, 414 pada kloter kedua, 179 pada kloter ketiga, dan 132 orang telah berada di lokasi sebagai tim advance.

Tito menjelaskan Aceh Tamiang menjadi prioritas karena mengalami kerusakan paling parah dibanding daerah lain di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Dua indikator utama pemulihan adalah pemerintahan berjalan normal dan aktivitas ekonomi kembali hidup. Dua minggu lalu, keduanya belum berjalan optimal di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Para Praja IPDN akan bertugas selama satu bulan, membawa perlengkapan kerja sendiri, mulai dari sekop dan cangkul hingga logistik pribadi. Tugas mereka meliputi membersihkan kantor pemerintahan, mendampingi ASN daerah, serta membantu mengaktifkan kembali layanan publik yang sempat lumpuh akibat bencana.

Penugasan ini juga menjadi bagian dari kurikulum IPDN dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan menjadi komponen penilaian akademik bagi para Praja.(des*)