Jaring Ikan Berujung Petaka, Nelayan Sunua Ditemukan Tak Bernyawa -->

AdSense New

Jaring Ikan Berujung Petaka, Nelayan Sunua Ditemukan Tak Bernyawa

Kamis, 22 Januari 2026
Tim gabungan evakuasi nelayan Sunua yang ditemukan tewas usai memancing.
Tim gabungan evakuasi nelayan Sunua yang ditemukan tewas usai memancing.


Pariaman, fajarsumbar.com - Pencarian nelayan yang sempat dinyatakan hilang di perairan Muaro Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, akhirnya berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu sore, 21 Januari 2026, setelah seharian penuh dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat.


Korban diketahui bernama Dedy Fernando (44), warga Sunua Barat. Korban sebelumnya dilaporkan tidak kembali saat menjaring ikan di kawasan muara tersebut. 


Informasi hilangnya korban sempat mengundang perhatian warga sekitar, mengingat lokasi dikenal memiliki arus yang kerap berubah.


Jenazah Dedy ditemukan sekitar pukul 15.52 WIB. Jarak penemuan tidak terlalu jauh dari titik awal kejadian, diperkirakan hanya sekitar 100 meter dari lokasi korban terakhir terlihat. Meski demikian, kondisi perairan membuat proses pencarian tidak mudah.


Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa korban ditemukan setelah tim melakukan penyisiran intensif dengan pola pencarian sejajar atau parallel sweep search. Metode ini dipilih untuk memaksimalkan jangkauan di area muara yang cukup luas.


“Korban ditemukan tidak jauh dari LKP, sekitar 100 meter. Setelah itu langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Pariaman,” ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya kepada awak media.


Sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, operasi pencarian telah digelar dengan melibatkan tiga Search and Rescue Unit (SRU). 


SRU pertama fokus menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet LCR dan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye dengan cakupan sekitar setengah kilometer persegi.


Sementara itu, dua SRU lainnya bergerak lebih melebar. Masing-masing menyisir area kurang lebih satu kilometer persegi, juga dengan menggunakan LCR, guna memastikan tidak ada titik yang terlewat di sepanjang alur perairan.


Korban akhirnya ditemukan pada koordinat 0°40’31.72″S – 100°9’31.75″E. Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, menandai berakhirnya harapan keluarga yang sejak pagi menunggu di sekitar lokasi.


Usai proses evakuasi, seluruh unsur yang terlibat langsung melakukan evaluasi singkat di lapangan. Operasi SAR pun diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas, Polairud, BPBD Kota Pariaman, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.(*)