Kasus Kriminal dan Narkoba di Bukittinggi Meningkat, Kecelakaan Lalu Lintas Turun -->

AdSense New

Kasus Kriminal dan Narkoba di Bukittinggi Meningkat, Kecelakaan Lalu Lintas Turun

Kamis, 01 Januari 2026
Ilustrasi



Polresta Bukittinggi mencatat adanya peningkatan kasus kriminal dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif (narkoba) sepanjang 2025. Di sisi lain, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, saat menggelar konferensi pers akhir tahun di Mapolresta Bukittinggi, Rabu (31/12).

“Sepanjang 2025, tercatat 359 kasus kriminal, naik dibandingkan 294 kasus pada 2024. Dari jumlah tersebut, 239 kasus telah berhasil diselesaikan, meningkat dari 208 kasus tahun sebelumnya,” ujar Kapolresta.

Beberapa kasus menonjol yang terjadi selama 2025 meliputi penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, penggelapan, pencabulan, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Di bidang narkoba, Polresta Bukittinggi menangani 94 kasus, meningkat dari 74 kasus pada 2024. Dari total tersebut, 69 kasus berhasil ditangani dengan 123 tersangka diamankan. Barang bukti yang disita antara lain 22.118,36 gram ganja, 591,58 gram sabu-sabu, dan 57,5 butir ekstasi.

Kapolresta menyoroti keterbatasan jumlah personel yang dimiliki. Saat ini, Polresta Bukittinggi hanya memiliki 459 anggota, jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 1.236 personel, sehingga terjadi kekurangan sekitar 62,86 persen.

Keterbatasan personel tidak menghalangi kami untuk tetap memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Meski menghadapi kendala tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dinilai tetap kondusif berkat berbagai operasi kepolisian yang digelar sepanjang tahun. Polresta Bukittinggi, yang wilayahnya mencakup Kota Bukittinggi dan sebagian Kabupaten Agam, telah melaksanakan 11 operasi, antara lain Operasi Keselamatan, Pekat, Ketupat, Antik (narkoba), Patuh, dan Jaran Singgalang.

“Selain menangani kasus, personel juga dikerahkan untuk membantu penanganan bencana alam. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Kapolresta.

Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan penurunan, dari 196 kasus pada 2024 menjadi 193 kasus di 2025. Jumlah korban meninggal dunia juga berkurang, dari 39 jiwa menjadi 35 jiwa.(des*)