Mulai 2026, Setiap Pembelian Alkohol di Utah Wajib Cek ID Tanpa Pengecualian -->

AdSense New

Mulai 2026, Setiap Pembelian Alkohol di Utah Wajib Cek ID Tanpa Pengecualian

Kamis, 01 Januari 2026
Mulai 1 Januari 2026, pengemudi yang divonis melakukan “DUI ekstrem” atau mabuk dilarang beli alkhol seumur hidup. 



Jakarta Negara Bagian Utah kembali jadi sorotan karena langkah tegasnya dalam menekan konsumsi alkohol dan meningkatkan keselamatan di jalan raya. Setelah lebih dulu menurunkan batas legal kadar alkohol dalam darah (BAC) menjadi 0,05, kini Utah memperkenalkan aturan baru yang memungkinkan pelaku Driving Under the Influence (DUI) tertentu kehilangan hak membeli minuman beralkohol seumur hidup.

Melalui undang-undang H.B. 437, pemerintah setempat menghadirkan kategori baru yang disebut individu “terlarang”. Status ini dimaksudkan untuk menekan pelanggaran berulang sekaligus memperketat pengawasan distribusi alkohol agar tidak mudah disalahgunakan.

Mulai 1 Januari 2026, siapa pun yang terbukti melakukan “DUI ekstrem” — yakni memiliki BAC minimal 0,16, atau berkendara dalam kondisi terpengaruh alkohol yang dicampur dengan narkotika — langsung dimasukkan ke daftar terlarang. Hakim juga diberi ruang untuk menjatuhkan sanksi serupa pada pelanggar DUI lainnya sesuai pertimbangan di pengadilan.

Mereka yang menyandang status ini wajib mengganti kartu identitas atau SIM dengan versi khusus yang mencantumkan tanda jelas bertuliskan “dilarang menjual alkohol” di atas foto. Penanda tersebut menjadi rujukan wajib bagi petugas kasir saat terjadi transaksi alkohol di berbagai tempat — mulai dari minimarket, bar, restoran, hingga venue acara.

Perubahan ini sekaligus menghapus kebijakan lama yang memberi kelonggaran bagi penjual untuk tidak memeriksa identitas pembeli yang terlihat berusia di atas 35 tahun. Mulai 2026, setiap transaksi minuman beralkohol harus disertai pengecekan ID tanpa pengecualian.

Para anggota legislatif menilai kebijakan pemeriksaan seratus persen ini akan menciptakan standar penegakan yang sama di seluruh wilayah Utah, sehingga tidak ada lagi celah aturan yang bisa dimanfaatkan.

“Ini benar-benar hal baru bagi Utah,” ujar Michelle Schmitt dari Departemen Layanan Minuman Beralkohol, menekankan bahwa kategori “terlarang” dan kewajiban memeriksa identitas sepenuhnya merupakan perubahan besar dalam pengawasan alkohol.

Pendukung aturan baru meyakini pembatasan akses alkohol dapat memutus kebiasaan berbahaya sebelum berujung fatal. Sejumlah keluarga korban kecelakaan akibat pengemudi mabuk pun memberikan dukungan, berharap kebijakan ini mampu menekan risiko tragedi di masa depan.

Para pembuat undang-undang juga menyinggung beberapa kasus terbaru — mulai dari pengemudi yang melawan arus hingga kecelakaan mematikan terkait alkohol dan obat-obatan — sebagai alasan perlunya langkah lebih tegas.

Kini, publik menanti data DUI Utah sepanjang 2026 untuk menilai seberapa efektif kebijakan ketat tersebut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.(BY)