Pelan tapi Jalan, RSUD Ahmad Syafii Maarif Sijunjung Tetap Bangun di Tengah Efisiensi Anggaran -->

AdSense New

Pelan tapi Jalan, RSUD Ahmad Syafii Maarif Sijunjung Tetap Bangun di Tengah Efisiensi Anggaran

Senin, 19 Januari 2026
RSUD Ahmad Syafii Maarif.


Sijunjung, fajarsumbar.com - Di saat banyak instansi daerah memilih menahan laju pembangunan akibat efisiensi anggaran, RSUD Ahmad Syafii Maarif, Sijunjung justru tetap melangkah, meski dengan ritme yang tidak tergesa. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini perlahan memperkuat layanan, mulai dari sarana prasarana hingga kesiapan tenaga medis.


Direktur RSUD Ahmad Syafii Maarif Sijunjung, dr. Reyantis Capanay, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak bisa berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Kebutuhan masyarakat tetap harus dijawab, meski dilakukan secara bertahap dan terukur.


“Setiap tahun kami berupaya membenahi diri. Tidak semuanya bisa sekaligus, tapi kami pastikan ada kemajuan dari waktu ke waktu,” ujar Reyantis didampingi Kepala Bidang Penunjang, Jalinus kepada media, Senin (19/1/2026).


Salah satu langkah yang cukup menyita perhatian adalah pembangunan gedung poli gigi pada 2025. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, RSUD Ahmad Syafii Maarif tetap merealisasikan pembangunan tersebut dengan nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar. Saat ini, poli gigi sudah mulai beroperasi dan melayani masyarakat.


“Untuk pelayanan poli gigi, saat ini didukung satu dokter umum dan empat dokter spesialis,” jelas Reyantis. Ia menilai keberadaan fasilitas ini penting mengingat kebutuhan layanan kesehatan gigi di masyarakat terus meningkat.


Tak hanya itu, sebelumnya RSUD Ahmad Syafii Maarif juga telah memiliki gedung layanan Hemodialisa (HD) atau cuci darah. Tahun ini, manajemen rumah sakit kembali mengajukan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung agar layanan tersebut bisa segera berjalan optimal.


Jalinus menjelaskan, untuk layanan HD, tenaga medis sebenarnya sudah siap. Dua orang dokter dan tiga perawat telah menyelesaikan pelatihan. Tahap awal yang kini menjadi fokus adalah pengadaan peralatan medis berupa empat unit mesin HD.


“Tenaga medis sudah terpenuhi. Sekarang kami sedang mengusulkan pemenuhan sarana prasarana untuk empat unit alat HD,” kata Jalinus.


Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak rumah sakit tengah mengupayakan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan pihak ketiga, yakni PT Sinar Rodar Utama (SRU). Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian sebelumnya yang ditandatangani pada September 2023.


Sesuai kesepakatan KSO bernomor 349/SRU/HD/IX/2023, setelah tenaga medis menyelesaikan pelatihan, pihak PT SRU akan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana layanan HD. Untuk tahun ini, pengadaan empat unit alat menjadi prioritas usulan.


Selain layanan cuci darah, RSUD Ahmad Syafii Maarif juga mulai melirik pengembangan layanan Cathlab. Layanan ini ditujukan untuk penanganan penyakit tertentu dan membutuhkan fasilitas khusus. Jalinus menyebutkan, peralatan medis untuk Cathlab sebenarnya sudah tersedia melalui bantuan Kementerian Kesehatan.


“Kendala kita sekarang di penyediaan ruangan. Itu yang sedang diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026,” ungkapnya.


Ia berharap, jika usulan tersebut disetujui, pada 2026 RSUD Ahmad Syafii Maarif Sijunjung sudah bisa menambah ruang layanan Cathlab sehingga pelayanan kesehatan rujukan di daerah dapat semakin lengkap.


Langkah-langkah yang ditempuh manajemen rumah sakit ini menunjukkan bahwa meski bergerak perlahan, upaya pembenahan tetap berjalan. Di tengah keterbatasan anggaran, RSUD Ahmad Syafii Maarif memilih tidak diam, melainkan terus menyiapkan fondasi layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Sijunjung.(Sh)